Ekspor dan Impor Sultra 2018 Menurun, Berikut Penjelasan BPS Sultra

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan nilai ekspor Desember 2018 sebesar 93.44 juta dollar AS. Angka tersebut turun 21.67 persen dibandingkan November 2018 dengan total nilai ekspor sebesar 199.29 juta dollar AS. Sedangkan nilai impor Desember 2018 turun sebesar 0.10 persen dibandingkan November 2018.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPS Sultra, Mohammad Edy Mahmud. Ia mengatakan bahwa terkait dengan perkembangan ekspor, nilai ekpor Sultra memang turun.

“Tetapi perlu diingat bahwa jika dibandingkan dengan Desember 2017 ekpor kita naik sebesar 51.62 persen. Dari November 2018 ekpor kita turun 21.62 persen tapi kalau membandingkan dengan tahun lalu ekpor kita naik sebesar 41.62 persen,” ujarnya kepada awak dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Kantor BPS Sultra, Jumat (1/2/2019)

Ia katakan bahwa kegiatan ekspor pada  Januari hingga Desember 2018 sebesar 1.081.26 juta dollar AS naik sebesar 182,33 juta dollar. Sementara pengiriman besi baja yakni sebsar 766,24 juta dollar atau 70,87 persen. Sedangkan biji logam, terak dan abu sebesar 268,10 juta dollar. 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pangsa pasar ekpor pada Januari hingga Desember 2018 ada tiga negara yakni Tiongkok sebesar 819.09 juta dollar atau 75.75 persen. Kedua, India 138.45 juta dollar atau 12.80 persen dan ketiga Korea Selatan sebesar 57.42 juta dollar atau 5.31 persen.

Jika dihitung-hitung, lanjutnya, pangsa pasar ekspor dari tiga negara ini sebesar 93.87 persen. Ia katakan, ekspor menurut golongan barang itu ada beberapa macam seperti beji dan baja, biji logam, terak abu, ikan, udang, getah, damar, minyak atsiri, wangi-wangian dan kosmetik. 

“Kalau mau ditotalkan atas peran terhadap total ekspor pada Januari hingga Desember 2018 terhadap lima golongan barang utama tadi, mereka menyumbangkan sebesar 99.19 persen atas ekpor dan sisanya sebesar 0.81 persen dari golongan barang lain,” ungkapnya.

Sedangkan sektor, jika digolongkan berdasarkan sektor ekonomi yakni pertanian sebesar 1,15 juta dollar, industri pengolahan sebesar 69,99 juta dollar dan pertambangan sebesar 22,30 juta dollar. Untuk nilai impor di Sultra pada Desember 2018 mencapai 80.99 juta dollar turun dibandingkan November 2018. 

Untuk total impor Januari hingga Desember 2018 sebesar 816.89 juta dollar naik sebesar 4.03 persen. Pengiriman terbesar yakni dari bahan bakar mineral sebesar 435.03 juta dollar atau 53.23 persen, sedangkan mesin dan pesawat mekanik sebesar 139,00 juta dollar atau 17.02 persen. 

“Pangsa impor kita ada tiga negara yang dominan yakni Singapura sebanyak 406,35 juta dollar atau sebesar 49,74 persen, Tiongkok sebanyak 383,74 juta dollar atau sebesar 46,97 persen dan Malaysia sebanyak 12.71 juta atau sebesar 1.5 persen,” paparnya.

Lebih lanjut ia katakan bahwa jika impor berdasarkan golongan barang terdiri atas bahan bakar mineral, mesin dan pesawat mekanik, barang dari besi dan baja, mesin dan peralatan listrik serta bagiannya dan kendaraan selain yang bergerak di atas rel. 

‌”Sedangkan kaitannya dengan perkembangan neraca perdagangan pada Januari hingga Desember 2018 lebih banyak impor sebesar 816,89 juta dollar. Sedangkan ekspor sebesar 1.081,26 juta dollar AS, kita surplus sebesar 264,36 juta dollar,” pungkasnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.