Ada Aplikasi Pinjol Legal yang Tampil Menyerupai Pinjol Ilegal

Sebagaimana tertulis dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, menimbang bahwa teknologi informasi telah digunakan untuk mengembangkan industri keuangan yang dapat mendorong tumbuhnya alternatif pembiayaan bagi masyarakat. Jadi, aplikasi pinjaman online yang kemudian lebih dikenal dengan pinjol merupakan alternatif pembiayaan, selain bank, koperasi, dan pegadaian.

Sejauh ini terdapat 106 perusahaan teknologi keuangan (fintech) yang terdaftar di OJK. Untuk diketahui, tidak semua fintech bergerak di bidang layanan pinjam meminjam uang secara online. Sedangkan pinjol yang belum terdaftar OJK (ilegal) jumlahnya jauh lebih banyak.

Meskipun berulangkali pihak OJK bekerjasama dengan Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informasi) melakukan pemblokiran tetapi pinjol ilegal “mati satu tumbuh seribu”.

Tidak Semua Aplikasi Terdaftar OJK Mencantumkan Logo OJK

Pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi Bab VII tentang Edukasi dan Perlindungan Pengguna Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, Pasal 35 a dan b, bahwa penyelenggara (aplikasi pinjol) wajib mencantumkan dan atau menyebutkan dalam setiap penawaran atau promosi layanan yang terdiri atas nama atau logo penyelenggara dan pernyataan bahwa penyelenggara terdaftar dan diawasi OJK.

Tetapi pada kenyataannya, selama eksperimen dan analisa sejak Februari 2019, penulis menemukan aplikasi pinjol terdaftar OJK yang tidak mencantumkan logo OJK.

Tidak Semua Aplikasi Terdaftar OJK Mudah Ditemukan di Google Play Store

Aplikasi pinjol terdaftar OJK pada umumnya mudah ditemukan di google play store oleh calon nasabah pengguna android untuk kemudian diunduh. Akan tetapi penulis menemukan ada aplikasi pinjol terdaftar OJK yang tidak mudah ditemukan di google play store. Penulis justru mendapatkan link aplikasi tersebut melalui promosi dalam bentuk SMS (pesan singkat) yang masuk ke nomor telepon penulis. Meskipun ketika link di-klik tetap mengarah ke google play store.

Tidak Semua Aplikasi Pinjol Terdaftar OJK Mencantumkan Profil Perusahaan

Aplikasi pinjol terdaftar OJK sebagian besar memberikan informasi detil terkait perusahaan selaku penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Informasi tersebut terkait profil singkat perusahaan, nama aplikasi, nama perseroan, alamat kantor, nomor telepon kantor, dan alamat surat elektronik (surel/e-mail) dengan domain milik perusahaan.

Akan tetapi, penulis menemukan aplikasi pinjol terdaftar OJK yang tidak menyertakan profil dan keterangan secara detil. Aplikasi tersebut hanya menyampaikan secara singkat profil perusahaan, ironisnya lagi, dengan susunan kata yang mirip dengan profil aplikasi pinjol ilegal.

Tidak hanya itu, aplikasi tersebut juga tidak menyertakan alamat kantor dan nomor telepon perusahaan. Aplikasi hanya menyertakan nomor telepon seluler yang terhubung dengan aplikasi whatsapp, itu pun tidak selalu merespon pesan dari calon nasabah maupun nasabah.

Tenor dan Bunga Pinjaman

Selama eksperimen dan analisa, penulis berhasil menjadi nasabah dari beberapa aplikasi pinjol terdaftar OJK. Dimana ditemukan bahwa sebagian besar aplikasi pinjol legal menawarkan tenor (jangka waktu kredit) yang panjang, lebih dari 20 hari. Akan tetapi tetapi ditemukan aplikasi pinjol legal yang menawarkan tenor pendek sama seperti aplikasi pinjol ilegal.

Selain masalah tenor yang pendek, aplikasi pinjol terdaftar OJK tersebut juga menawarkan bunga yang cukup tinggi, hampir sama dengan aplikasi pinjol ilegal.

Ketika calon nasabah berhasil masuk ke aplikasi, nasabah akan diberikan pilihan jumlah pinjaman dan tenor. Meskipun pilihan jumlah pinjaman cukup banyak, yaitu, 1,200,000, 1,600,000, 2,000,0000, 2,500,000, 3,000,000, dan 4,000,000, tetapi setiap nasabah baru hanya bisa meminjam jumlah pinjaman terendah. Sedangkan untuk tenor, nasabah diberikan dua pilihan, 10 hari dan 14 hari. Pilihan jumlah tenor mempengaruhi jumlah uang pinjaman yang diterima oleh nasabah.

Apabila nasabah meminjam 1,200,000 dengan tenor 10 hari maka uang pinjman yang diterima oleh nasabah sebesar 792,000. Jika nasabah memilih tenor 14 hari maka uang pinjaman yang diterima nasabah sebesar 768,240. Perbedaan tenor 4 hari, jumlah pinjaman yang diterima nasabah hanya berbeda 23,760 rupiah. Untuk jumlah pelunasan sebesar jumlah pinjaman tanpa tambahan.

Pada saat penulis mengajukan diri sebagai nasabah di bulan Juli 2019 pada aplikasi pinjaman terdaftar OJK rasa ilegal tersebut, penulis menggunakan data asli, baik e-ktp, NPWP, Kartu Pekerja, nomor telepon seluler, alamat tempat tinggal, alamat kantor, dan nomor telepon kantor.

Jumlah pinjaman terendah yang saat itu ditawarkan adalah 1,100,000 dengan tenor 10 hari. Total pinjaman yang diterima sebesar 726,000. Potongan 374,000 tersebut adalah bunga sebesar 19,800 dan biaya pelayanan 354,200.

Saat nasabah mengajukan pinjaman, dengan membaca rincian tersebut, nasabah seolah hanya dikenai bunga 19,800 saja. Padahal, ketika nasabah terlambat membayar atau lewat dari jatuh tempo (japo), nasabah akan dikenai penalti bunga yang jumlahnya akan terus bertambah setiap harinya. Hanya pihak aplikasi pinjol yang tahu perhitungan bunga tersebut.

Berdasarkan hasil eksperimen dan analisa penulis, jumlah pinjaman sebesar 1,1000,000 dan diterima hanya 726,000 tersebut, saat tulisan ini dibuat, penulis menunggak satu bulan, dan total jumlah pinjaman yang harus dikembalikan sebesar 2,975,500 dengan rincian, 1,100,000 merupakan pinjaman pokok ditambah penalti bunga sebesar 1,875,500.

Jika sudah demikian data yang berhasil didapatkan oleh penulis, masih akan adakah pihak yang menyatakan bahwa pinjol yang menjerat leher nasabah hanyalah aplikasi pinjaman online ilegal. Uraian dan data yang dimiliki oleh penulis didapat dari hasil eksperimen dan analisa langsung, bukan sekedar mendapatkan laporan dari nasabah pinjol.

Jika muncul pertanyaan, mengapa tidak dibayar tepat waktu saja? Maka jawabannya sederhana, bukankah saat calon nasabah mengajukan pinjaman ke bank, koperasi, atau pegadaian, salah satu pertimbangan adalah masalah resiko jika nasabah terlambat melakukan pelunasan.

Misal nasabah memilih mengajukan pinjaman ke pegadaian, nasabah harus menyertakan barang jaminan. Dan nasabah merasa nyaman mengajukan pinjaman karena tahu bunganya rendah dan barang jaminan aman. Pun jika terlambat membayar, nasabah dikenai bunga yang relatif kecil untuk memastikan barang jaminan tidak hilang.

Maka, sebagai pembiayaan alternatif, aplikasi pinjol terkhusus yang terdaftar OJK sudah seharusnya memberikan rasa aman dengan bunga yang tidak menjerat leher. Memang, nasabah aplikasi pinjaman online seolah tidak menyertakan barang jaminan, padahal jaminan yang diberikan oleh nasabah pinjol nilainya lebih mahal karena yang mereka jaminkan adalah harga diri, nama baik, dan bahkan keselamatan jiwa.

Satu-satunya penyelenggara pinjaman yang harusnya menjadi momok bagi masyarakat hanyalah rentenir yang dikenal dengan lintah darat. Tetapi ternyata, aplikasi pinjol lebih mengerikan, maka tidaklah berlebihan jika aplikasi pinjol disebut dengan nama lain sebagai rentenir digital. (*WS)

Jika pihak-pihak terkait membutuhkan keterangan dan data lengkap terkait nama penyelenggara, bisa menghubungi penulis di nomor 081244188955/08124179202 atau alamat email wartadigitalindonesia@gmail.com