Akibat Banjir, Sejumlah Sayur di Pasar Baruga Mengalami Kenaikan

WartaSultraID—Harga sejumlah sayur mayur mengalami kenaikan setelah terjadinya banjir di beberapa daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra). Pedagang mengaku, harga sayur yang mengalami kenaikan.

Dari pantauan Warta Sultra di Pasar Induk Baruga Kendari pada Jum’at 21 Juni 2019, kenaikan harga wortel, sawi, cabai dan bawang rata-rata naik 2 hingga 3 ribu rupiah.

Kenaikan harga ini sebelum memasuki lebaran hingga sekarang. Sedangkan harga kacang panjang sebelum lebaran biasanya dijual 10 ribu per tiga ikat.

Setelah terjadinya banjir, harga kacang panjang mengalami kenaikan mencapai 7 hingga 8 ribu rupiah per ikatnya dan harga bayam yang biasanya dijual 2500 per ikatnya, kini harganya melambung tinggi berkisar 7 ribu rupiah per ikatnya.

Kenaikan harga sayur ini dikarenakan mobil pemasok sayur dari Desa Duriasi, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe harus mengeluarkan biaya penyeberangan. Pasalnya, ada beberapa jalan yang harus dilewati dengan menyewa sebuah rakit. Hal tersebut disampaikan oleh Samsia (55) salah satu pedagang sayur di Pasar Induk Baruga.

“Memang naik, kemarin itu sayur yang dari Duriasi seperti bayam uri 2500 rupiah per ikat. Sekarang 7 rupiah dan kacang panjang juga,” ungkap Samsia kepada Wartav Sultra saat ditemui di lapaknya, Jum’at (21/6/2019).

Hal senada juga disampaikan oleh Dhani (44) yang juga merupakan pedagang sayur di Pasar Induk Baruga. Ia menyampaikan bahwa harga sayur naik setelah banjir dengan harga yang dinilai begitu mahal.

“Apalagi sayur yang dari Duriasi, karena ongkosnya mahal. Kalau sayur yang dari Bantaeng (Sulawesi Selatan, red) seperti wortel, cabai, sawi dan tomat paling naiknya 2 hingga 3 ribu rupiah per kilonya,” tuturnya.

Namun demikian, tingginya harga sayur tidak mengurangi pendapatan pedagang, karena peminat masyarakat akan kebutuhan sayur tidak berkurang. Rentang harga diprediksi oleh pedagang seperti kacang panjang dan bayam akan selalu bertahan di posisi harga tinggi selama banjir dan jika air tidak surut. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.