Banjir di Konut Diduga Pengaruh Adanya Aktivitas Pertambangan

WartaSultraID—Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 143/HO yang diwakili oleh Perwira Seksi Teritorial (Pasiter), Letkol Inf Edward meninjau langsung korban banjir di sejumlah desa yang ada di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa puluhan rumah di Desa Puuwanggudu, Kabupaten Konut harus merelakan barang-barang mereka dari aliran banjir. Begitupun juga dengan Desa Puuhialu, air yang mengalir begitu deras sehingga barang-barang mereka tidak bisa lagi diselamatkan.

Pasiter Korem 143/HO saat meninjau lokasi banjir didampingi oleh dua Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Asera yakni Sertu Ahirudin dan Sertu Muh. Sadar serta dari Dinas Perhubungan Kabupaten Konut.

Berita terkait: Puluhan Rumah Warga di Desa Puuwanggudu Terendam Banjir

Belum diketahui pasti jumlah korban banjir tersebut akan tetapi, ketinggian air mencapai dua meter. Dengan adanya banjir tersebut warga setempat memanfaatkan membuat rakit untuk alat transportasi mengangkut kendaraan roda dua maupun roda empat.

Untuk menyeberang dari derasnya aliran air, pemilih kendaraan roda empat harus mengeluarkan biaya sebanyak 700 ribu rupiah. Sedangkan untuk kendaraan roda dua sebanyak 100 ribu.

Asri selaku Sekretaris Lurah Linomoiyo mengatakan bahwa terjadinya banjir tersebut diakibatkan adanya aktivitas tambang. Sehingga banyak sawah yang hancur dan puluhan rumah menjadi korban banjir.

“Terjadinya banjir ini setahun sekali dan ini paling parah dalam beberapa tahun ini. Tapi yang paling parah tahun ini diakitbatkan karena adanya tambang dan penebangan liar. Tapi faktor yang utama karena adanya tambang,” kata Asri, Kamis (6/6/2019).

Hal senada juga disampaikan oleh Ati selaku Kepala Desa Puilao. Ia katakan bahwa dengan adanya banjir tersebut tidak hanya sawah dan rumah warga, akan tetapi, kolam ikan milik warga juga ikut hancur akibat banjir yang melanda sejumlah desa di Konut.

“Terjadinya banjir ini karena faktor adanya tambang dan penebangan liar, karena banjir tahun ini tidak seperti banjir dari tahun-tahun sebelumnya. Banjir tahun ini sangat parah hingga mengakibatkan tenggelamnya sawah warga dan kolam ikan,” tuturnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.