Berakhir Pekan di Cibinong Belum Lengkap Tanpa Laksa RM Pengharapan

Mengunjungi Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) serasa belum lengkap jika belum singgah ke Rumah Makan Pengharapan untuk memanjakan lidah dengan mencicipi Laksa Cibinong yang legendaris ini. Rumah makan yang berada di pertigaan Cibinong dekat jalan layang (fly over) ini sudah menjajakan laksa sejak tahun 1950. Sebagaimana informasi yang dihimpun Warta Sultra, rumah makan ini sekarang dijalankan atau dikelola oleh generasi kedua.

Menurut Saroh, salah satu pekerja di rumah makan tersebut, RM Pengharapan merupakan perintis yang mengenalkan laksa Cibinong di kawasan tersebut.

“Rumah mkan buka dari pukul 07.00 hingga 21.00 WIB setiap harinya. Jika akhir pekan, banyak pengunjung yang datang, tidak hanya perorangan tapi rombongan, karena laksa Cibinong RM Pengharapan memang pioner di kawasan ini,” jelas Saroh, Jum’at (13/9/2019).

Saroh menambahkan, dalam satu porsi laksa terdiri dari lontoong, daging ayam, telbur ayam rebus, daun seledri, daun kemangi, taoge (cambah), bihun, dan taburan bawang goreng. Bagi penyuka pedas, bisa menambahkan sambal, sambal yang disediakan ada dua jenis, sambal kacang dan sambal segar. Laksa Cibinong yang kaya rempah, memberikan aroma khas yang mengundang selera.

Selain laksa, RM Pengharapan juga menyediakan kuliner khas lainnya, seperti, soto betawi, lontong cap go meh, dan nasi rames. Untuk minuman, RM Pengharapan menawarkan es shanghai atau es campur, es cincau, dan es cendol. Terkait harga, satu porsi laksa dibandrol dengan harga 25,000, sedangkan untuk minuman harga senada, 6,500.

 

Data mencatat, kata laksa berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya banyak. Hal ini menggambarkan pembuatan laksa membutuhkan banyak bumbu untuk kuahnya, dan banyaknya bahan pendukung saat disajikan. Laksa sendiri merupakan makanan peranakan, perkawinan Tionghoa dan Melayu. Maka dari itu dikenal Laksa Penang dan kalau di Indonesia mungkin dikenal dengan Laksa Cibinong, Laksa Bogor, dan Laksa Betawi.

Yang menarik dari RM Pengharapan, meski masih bertahan hingga era milenium seperti sekarang ini, tata ruang dan perlengkapan yang ada di rumah makan tersebut masih bertahan sebagaimana aslinya, tidak ada sentuhan baru agar nampak lebih modern.

Bagi pembaca yang hendak menghabiskan akhir pekan di Cibinong, kalau arah Jakarta, lewat melalui Jalan Raya Bogor, posisinya ada di sebelah kanan jalan di jembatan layang. Jadi, pengendara harus putar balik di depan Ramayana.

Sementara itu, jika dari arah Jakarta melalui Tol Jagorawi, pengendara harus keluar di Citereup dan mengambil arah Cibinong. Sampai pertigaan belok kiri dan memutar balik di depan Ramayana.

Ambil jalan menuju samping jalan layang yang menuju arah citeureup
Laju kendaraan harus pelan-pelan jika sudah akan mendekati persimpangan jalan layang karena posisinya tidak jauh dari persimpangan jalan tersebut. Selamat mencoba.