BNNP Sultra Amankan 2.6 Kilogram Sabu dengan Enam Tersangka

WartaSultraID—Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara telah mengamankan enam orang tersangka dari dua kasus tindak pidana narkotika golongan I jenis sabu. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNNP Sultra, Kombes Pol Imron Korry.

“Enam orang tersangka ini kita tangkap di dua tempat yang berbeda, pertama di dalam sebuah ruko yang berada di Jalan Martandu, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia  dan di Jalan R. Soeprapto, Lorong Banda, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puwatu,” ungkapnya kepada awak media saat melaksanakan konferensi pers di Kantor BNNP Sultra, Senin (6/5/2019).

Ia menjelaskan kronologis kejadian bahwa tepat pada Minggu (28/4/2019) sekitar pukul 08.20 WITA, Bidang Pemberantasan BNNP Sultra mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Martandu Anduonohu tepatnya di sebuah ruko ada beberapa orang yang sedang melakukan pesta sabu.

Dari informasi tersebut Tim Pemberantasan BNNP Sultra langsung melakukan penyelidikan ke lokasi dan hasil dari pantauan Tim BNNP meyakini adanya pesta sabu. Kemudian tim langsung bergegas masuk ke dalam ruko dan menemukan tiga orang pelaku di dalam kamar yang sedang menggunakan narkotika jenis sabu. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan sabu di dalam sebuah panci makanan.

Selang beberapa waktu, ketika tim sedang melakukan penggeledahan di dalam ruko, datang seorang pelaku lainnya berinisial FPA yang ikut diamankan karena ditemukan barang bukti sabu di dalam tas dan dompetnya.

“Modusnya pelaku mengambil sabu di depan Hotel Same Kendari. Selanjutnya pelaku membawa narkotika jenis sabu tersebut ke dalam rukonya dan akan dikemas ulang berbagai ukuran yang rencananya akan diedarkan dengan cara menempel,” jelasnya.

Kasus kedua terjadi pada Selasa (30/4/2019) sekitar pukul 10.00 WITA, Tim BNNP Sultra menerima informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkotika di wilayah Konawe sehingga tim mendalami informasi tersebut dan didapatkan informasi akan ada kurir yang membawa narkotika jenis sabu dari Kabupaten Toraja.

Dengan adanya informasi tersebut Tim BNNP Sultra kembali berangkat menuju ke Konawe hingga ke Kolaka Timur karena didapat informasi kembali bahwa tersangka melakukan perjalanan menggunakan bis dari Toraja menuju Kendari. Sehingga, lanjut Kombes Pol Imron Korry, tim mengikuti bis tersebut dan setelah ada penumpang yang turun sesuai dengan ciri- ciri yang didapat dari masyarakat, saat berada di Jalan R. Suprapto, Kelurahan Watulondo, kemudian tim melakukan penangkapan.

Lebih lanjut ia katakan, Tim BNNP mengembangkan kasus tersebut dan berhasil menangkap AB di Bundaran Mandonga, yang merupakan pengendali. Selanjutnya Tim BNNP kembali mengembangkan kasus tersebut dengan berkoordinasi dengan Kepala Lapas Kelas IIA Kendari dan berhasil mengungkap bandar dan pengendali sabu di dalam Lapas Kelas IIA Kendari berinisial FT dan untuk ketiga orang tersebut dan barang bukti diamankan di BNNP Sultra.

Dari kedua kasus ini, pihak BNNP menagamankan barang bukti diantaranya, satu buah panci yang berisi kristal berwarna putih diduga narkotika golongan I jenis sabu dengan berat brutto 621 gram, alat timbang digital, alat konsumsi sabu dan 330 lembar sachet kosong.

Pada kasus kedua yaitu satu bungkus plastik bening yang berisi kristal warna putih diduga narkotika golongan I jenis sabu yang dibalut menggunakan isolasi warna biru dengan kode I berat brutto 1,052 kilogram, satu bungkus plastik bening yang berisi kristal warna putih diduga narkotika golongan I jenis sabu yang dibalut menggunakan isolasi warna biru dengan kode II berat brutto 1,054 kilogram.

“Pasal yang disangkakan, kasus pertama tersangka dikenakan Pasal 132 ayat (1) junto Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kasus dua, tersangka dikenakan Pasal 132 ayat (1) junto Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara hingga terancam pidana hukuman mati,” pungkasnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.