BNNP Sultra Berhasil Amankan Pengedar Sabu dengan Berat 5 Kilogram

Pada awal tahun 2019, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara kembali berhasil menggagalkan pengiriman narkotika. BNNP Sultra berhasil menggagalkan narkotika golongan jenis sabu dengan berat brutto sebanyak 5,099,65 gram. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNNP Sultra, Kombes Pol Bambang Priyambadha. Ia mengatakan bahwa pada hari Sabtu, tanggal 19 Januari 2019 sekitar pukut 10.00 WITA, petugas BNNP Sultra berhasil melakukan penangkapan tersangka MA (51) di Warung Coto Makassar, Jalan Poros Kendari-Kolaka, Desa Abeli Sawah, Kecamatan Anggalomoare, Kabupaten Konawe.

“Penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dari Makassar ke Kendari melalui Pelabuhan Ferry Bajoe-Kolaka. Atas informasi tersebut petugas BNNP Sultra melakukan penyelidikan di Ferry Kolaka,” ujarnya kepada awak media saat melakukan konferensi pers di BNNP Sultra, Senin (21/1/2019).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sekitar pukul 05.00 WITA, kapal Ferry dari Bajoe tiba di Pelabuhan Kolaka dan pada saat itu petugas BNNP Sultra mencurigai seorang penumpang yang turun dengan membawa tas ransel lalu naik ke mobil angkutan umum menuju Kendari.

Kemudian lanjutnya, petugas BNNP Sultra mengikuti mobil yang ditumpangi target tersebut. Sekitar pukul 10.00 WITA, mobil yang ditumpangi target berhenti di depan Warung Coto Makassar di Jalan Poros Kendari-Kolaka, target turun dengan menjinjing tas ransel masuk ke dalam warung tersebut.

Pada saat itu, petugas BNNP Sultra mencurigai target akan melakukan transaksi serah terima narkotika jenis sabu di dalam warung tersebut. Sehingga petugas langsung melakukan penggerebekan.

“Pada saat penggerebekan, petugas berhasil mengamankan tersangka MA dengan barang bukti berupa satu buah tas ransel yang berisi lima bungkus besar narkotika jenis sabu, satu paket kecil narkotika jenis sabu di dalam kantong celana tersangka dan dua buah handphone,” ungkapnya.

Pada saat dimintai keterangan, tersangka MA mengaku membawa narkotika jenis sabu dari Makassar ke Kendari atas suruhan seseorang yang berinisial HG untuk diserahkan kepada seorang yang berinisial Y di Kendari.

Tersangka MA sudah kedua kalinya membawa narkotika jenis sabu dari Makassar ke Kendari melalui Pelabuhan Ferry Bajoe-Kolaka dan setiap kali membawa narkotika jenis sabu dari Makassar ke Kendari tersangka MA diberi upah sebesar dua puluh juta rupiah.

“Modus penyelundupan narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastil dan dimasukkan ke dalam tas ransel warna abu-abu dibawa dari Kota Makassar ke Bajoe dengan menggunakan mobil angkot. Kemudian dari Bajoe ke Kolaka menggunakan kapal Ferry dan dari Kolaka ke Kendari menggunakan mobil angkot,” terangnya.

Tidak hanya itu, BNNP Sultra juga berhasil memgamankan barang bukti yakni satu bungkus plastik bening berkode IA.1 yang berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 1.024 gram. Satu bungkus plastik bening berkode IA.2 yang berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 1.023 gram. 

Satu bungkus plastik bening berkode IA.3 yang berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 1.024 gram. Satu bungkus plastik bening berkode IA 4 yang berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 1.005 gram. 

Satu bungkus plastik bening berkode IA 5 yang berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 1.023 gram. Satu bungkus plastik bening yang berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 0,65 gram. 

“Total barang bukti narkotika jenis sabu seberat 5.099,65 gram. Pasal yang disangkakan adalah Pasal 114 ayat 2 subs Pasal 112 (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun serta paling lama 20 tahun.” pungkasnya. (*SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.