BNNP Sultra Sebut Kendari Barat sebagai Kecamatan Paling Tinggi Peredaran Narkoba

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) di tahun 2019 ini semakin gencar melakukan sosialisasi serta menyatakan “perang” melawan narkoba tersebut. Pasalnya, BNNP Sultra sudah memetakan daerah rawan narkoba di wilayah Kota Kendari. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNNP Sultra, Kombes Pol Bambang Priyambadha. Ia mengatakan bahwa ada empat kategori yang telah dibuat oleh BNNP Sultra yang menggambarkan kondisi penggunaan narkoba di Kota Kendari.

“Untuk lebih memudahkan melihat perkembangan peredaran narkoba kami sengaja membuat pemetaan daerah rawan narkoba untuk wilayah Kota Kendari di tahun 2018,” ujarnya kepada awak media saat ditemui usai rapat koordinasi program pemberdayaan masyarakat anti narkoba di Hotel Claro Kendari, Rabu (6/2/2019).

Ia mengungkapkan, kelurahan yang dikategorikan merah atau bahaya narkoba yakni Kelurahan Sodoha, Kecamatan Kendari Barat, Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kelurahan Kadia, Kecamatan Mandonga, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga dan Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia.

Untuk kategori waspada yakni Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puwatu, Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Kendari, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu. Sedangkan kategori siaga yakni Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kelurahan Andonohu, Kecamatan Poasia, Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, dan Kelurahan Sambuli, Kecamatan Abeli.

Sedangkan kelurahan yang masih dalam kategori aman dalam peredaran narkoba di Kota Kendari yakni Kelurahan Tobemeita, Kecamatan Abeli. Dengan indikator pokok yakni kasus kejahatan narkoba, angka kriminalisasi atau aksi memeriksa, bandar pengedar narkoba, kegiatan produksi narkoba, angka penggu narkoba, barang bukti narkoba dan indikator pendukung yakni banyak lokasi hiburan, tempat kos dengan hunian tinggi, tingginya angka kemiskinan, ketiadaan saran public dan rendahnya interaksi social masyarakat.

Kombes Pol Bambang Priyambadha mengatakan, pada Sabtu, tanggal 19 Januari 2019 lalu petugas BNNP Sultra berhasil melakukan penangkapan tersangka MA (51) di Warung Cotto Makassar, Jalan Poros Kendari-Kolaka, Desa Abeli Sawah, Kecamatan Anggalomoare, Kabupaten Konawe karena kedapatan membawa dan menguasai narkotika jenis sabu. Ia katakan, lokasi tersebut sangat berdekatan dengan Kecamatan Kendari Barat, dan beberapa kasus yang lain di tahun sebelumnya banyak didapatkan di kecamatan tersebut.

“Untuk daerah peredaraan narkoba yang paling tinggi di Kota Kendari ini adalah Kecamatan Kendari Barat. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan BNN RI dan peneliti kesehatan dari Universitas Indonesia tahun lalu yang mencatat ada 1,77 persen dari total penduduk Indonesia terpapar narkoba. Nah, jika merujuk dari survei tersebut setidaknya jika dirata-ratakan, Sultra sekitar 1,58 persen atau 29.012 orang telah terjerat narkoba. Dari 1.100 napi di Lapas dan Rutan, 490 orang di antaranya terlibat kasus barang haram tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa upaya pengurangan supply dan demand pun terus dilakukan BNNP Sultra secara berimbang pada sisi supply reduction melalui upaya pemberantasan. BNNP Sultra bersama empat BNN kabupaten dan kota telah melakukan pengungkapan kasus narkoba sepanjang 2018.

BNNP Sultra dan BNN yang berada di empat kabupaten dan kota telah menyelesaikan 27 laporan kasus narkoba (LKN) dengan jumlah tersangka sebanyak 36 orang yang terdiri dari 34 orang lak-laki dan 2 orang perempuan. Ia juga mengatakan bahwa selama 2018 dari kasus yang berhasil diungkap dalam kejahatan narkoba, barang bukti yang disita adalah sabu sebanyak tiga kilogram lebih, ganja sebanyak 810 gram dan tembakau gorila sebanyak 1.59 gram.

“Pada tahun 2018 juga BNNP Sultra sudah menangani 21 kasus, laki-laki 20 orang dan 1 wanita. Sabu sebanyak 3 kilo 507 gram dan ganja sebanyak 810 gram,” pungkasnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.