BPBD Koltim Usulkan Dana Rehabilitasi Rekonstruksi ke BNPB

WartaSultraID—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) mengusulkan dana rehabilitasi rekonstruksi pasca bencana banjir Koltim ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pengacuan tersebut lantaran adanya beberapa fasilitas umum termaksud rumah warga yang mengalami rusak berat dengan kondisi di atas 75 persen akibat musibah banjir beberapa waktu lalu.

Meski data kerusakan belum 100 persen ter-input oleh BPBD, namun upaya mengacukan dana rehabilitasi rekonstruksi ke pusat mulai disusun dengan mendata kerusakan di seluruh wilayah yang terkena dampak banjir ini untuk mengetahui besaran estimasi yang akan diajukan.

“Kita tetap mengacukan ke BNPB, adapun tercover atau tidak nanti tim verifikasi yang melihat kondisi di lapangan, dan merumuskan hasilnya. Intinya kita ajukan dulu supaya terdaftar,” kata Kepala BPBD Kolaka Timur, Anzarullah, Kamis (4/7/2019).

Berdasarkan aturan pengajuan rehabilitasi rekonstruksi ini, lanjut Anzarullah, ada beberapa tahapan yang akan dilakukan, mulai dari pembuatan laporan pasca bencana oleh BPBD hingga tahap verifikasi lapangan dari BNPB pusat. Hasil verifikasi tersebut yang akan menentukan layak atau tidaknya bantuan dana rehabilitasi rekonstruksi tersebut disetujui.

“Setelah terjadi bencana ada namanya pasca, nah pasca bencana inilah yang dihitung dari BPBD, selanjutnya dibuatkan rekomendasi oleh bupati ke BNPB dan ditembuskan ke gubernur. Setelah sudah memasukan proposal, maka akan ditinjau memenuhu syarat atau tidak,” paparnya.

Jika memenuhi, sambungnya, maka tim verifikasi akan turun lapangan, setelah itu mereka akan mempelajari dan mengkaji ulang. Lalu hasil kajiannya itu mereka akan expos, jika memang kerusakannya layak untuk diberikan RR ini,” terang Anzarullah.

Ia mengatakan bahwa jika ditetapkan layak, dana tersebut tidak serta merta hari itu juga akan diberikan, melainkan BPBD kembali akan menunggu informasi dari BNPB terkait waktu pemberian dana rehabilitasi rekonstruksi ini.

“Kita kan ajukan sekarang, jika ter-cover maka BPBD akan kembali menunggu sampai enam bulan. Karena proses rehabilitasi rekonstruksi ini memakan waktu selama enam bulan,” pungkas mantan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pemerintahan Koltim ini. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.