Danrem 143/HO Himbau Istri Prajurit Turut Mengawasi Kegiatan Suami di Dalam dan Luar Dinas

WartaSultraID—Pertemuan Gabungan Anggota Persit Chandra Kirana Jajaran Koorcab Rem 143 PD XIV/HSN diselenggarakan pada Rabu (31/7/2019) di Aula Sudirman Korem 143/HO yang berada di Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kendari. Pertemuan dipimpin Kolonel Inf. Yustinus Nono Yulianto selaku Danrem 143/HO sekaligus Pembina Persit Koorcab Rem 143 PD XIV/HSN.

Hadir dalam pertemuan tersebut, MG. Prasetyati Budi Hartani selaku istri Danrem 143/HO sekaligus Ketua Persit Chandra Kirana Koorcab Rem 143 PD XIV/HSN, Mayor Kav. Khomarudin selaku Kasi Pers Rem 143/HO, dan 150 anggota Persit Jajaran Koorcab Rem 143 PD XIV/HSN.

Dalam sambutannya, Danrem menyinggung masalah pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan anggota. Di antaranya, pelanggaran tindakan asusila kepada anak-anak di bawah umur yang kemudian masalah tersebut menjadi masalah nasional.

Tidak hanya itu, Danrem juga menyinggung kasus perkelahian antar pemuda dari dua desa di Kabupaten Buton, yaitu Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya pada beberapa waktu lalu.

“Dalam perkelahian tersebut diduga ada keterlibatan anggota kita yang menjadi provokator sehingga terjadi perkelahian antara dua pemuda,” tegas Danrem.

Selain pelanggaran-pelanggaran tersebut, Danrem menyampaikan
musibah yang dialami oleh para prajurit Yonif 725 Woroagi yang sedang melaksanakan tugas operasi di Papua.

“Pada saat ini helikopter yang lost contact (hilang kontak) dengan membawa 12 personil di antaranya 7 awak dan 5 prajurit dari Yonif 725 Woroagi yang semuanya masih bujangan itu, Sampai dengan saat ini belum ditemukan,” imbuh Danrem.

Lebih lanjut Danrem menyampaikan keprihatinannya terkait adanya anggota yang kabur dengan membawa uang milik sesama anggota yang masih berstatus bujangan. Ditambahkan, uang yang dibawa kabur jumlahnya tidak sedikit. Di antara uang yang dibawa kabur tersebut merupakan milik dari lima anggota yang hingga saat ini nasibnya belum diketahui setelah dinyatakan helikopter hilang kontak dan hingga saat ini belum ditemukan.

“Bayangkan, tega-teganya melakukan itu ke sesama anggota yang dinas di sana (Papua), dimana hidupnya di ujung tanduk dan harus selalu waspada, karena jika tidak waspada maka kehancuran akan terjadi,” lnjut Danrem.

Selain menyoroti masalah pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh anggota dan musibah yang menimpa anggota 725 Woroagi di Papua, dalam pertemuan tersebut Danrem juga menyinggung masalah rumah tangga. Dimana kasus perceraian di Jajaran Korem 143/HO cukup tinggi.

Danrem bahkan berani menyampaikan secara detil terkait masalah rumah tangga tersebut yang dipicu oleh kebiasaan istri-istri anggota yang meminjam uang tanpa sepengetahuan suami dan adanya kasus perselingkuhan.

Pesan Danrem 143/HO bagi Istri Prajurit

Pesan Danrem bagi peserta pertemuan yang paling utama adalah pentingnya rasa syukur karena semuanya masih bisa bangun tidur dalam keadaan sehat dan bisa menghirup udara segar. Danrem mengajak semua peserta untuk mengingat orang-orang yang saat ini harus terbaring di rumah sakit.

“Sudah merasakan sakit, masih harus mengeluarkan biaya yang banyak,” tegas Danrem.

Lebih lanjut Danrem mengajak semua peserta untuk menjadikan anak-anak sebagai harapan keluarga. Danrem mencontohkan adanya anak tukang becak yang berhasil lulus menjadi tentara.

Di akhir sambutan, Danrem menyampaikan harapannya agar para istri prajurit menjalankan perannya sebagai pendamping suami sekaligus mengawasi suami baik untuk kegiatan di dalam dinas maupun di luar dinas. (*WS)