Diduga Keciprat Aliran Dana Korupsi 2,8 Miliar, Bupati Konawe Diperiksa di Mapolres Konawe

WartaSultraID—Setelah Wakil Bupati Konawe, Parinringi memenuhi panggilan penyidik Tindak Pindana Korupsi ( Tipikor) Polres Konawe, kini giliran Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa diperiksa di Mapolres Konawe, Selasa (7/5/2019).

Kery Saiful Konggoasa hadir di Mapolres Konawe sekitar pukul 07.03 WITA menggunakan Kijang Inova dengan nomor polisi (nopol) DT 1201 FA yang dikawal ajudan, Bupati Konawe ini memenuhi panggilan penyidik Tipidkor Sat Reskrim Polres Konawe untuk menjalani pemeriksaan.

Diketahui, Kery dipanggil penyidik Tipidkor Sat Reskrim Polres Konawe setelah berkas perkara dugaan korupsi dana rutin pemeliharaan gedung kantor tahun anggaran 2016 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Konawe karena berkas perkara tersebut belum lengkap.

Pasca berkas perkara dikembalikan oleh JPU, penyidik Tipidkor Sat Reskrim Polres Konawe diketahui sedang penuhi petunjuk JPU dengan menerbitkan surat panggilan kepada enam orang yang sebelumnya disebut oleh tersangka Gunawan telah menerima aliran dana korupsi.

Kapolres Konawe, AKBP Muh Nur Akbar, SH, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim, Iptu Rachmat Zam Zam, SH saat dikonfirmasi, Selasa (7/5/2019) membenarkan penyidik Tipidkor Sat Reskrim Polres telah melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa.

“Benar, penyidik telah melakukan pemeriksaan kepada Bupati Konawe selaku saksi. Itu berdasarkan petunjuk dari JPU Kejari Konawe,” kata Rachmat Zam Zam melalui pers rilis Humas Polres Konawe.

Untuk diketahui, berkas perkara dugaan korupsi dana rutin pemeliharan kantor tahun anggaran 2016 di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe telah dikembalikan oleh JPU Kejari Konawe kepada penyidik kepolisian sejak tanggal 27 April 2019.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Konawe, Bustanil N Arifin, SH saat menerima aksi pengunjuk rasa di depan Kantor Kejari Konawe, Kamis (2/5/2019), pasca dikembalikannya berkas perkara tersebut, penyidik Reskrim Polres Konawe memiliki waktu selama 14 hari untuk penuhi petunjuk JPU.

Sebelumnya, Mantan Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe, Gunawan telah membeberkan sembilan nama yang disebutnya telah menerima uang hasil korupsi itu dari dirinya. Pernyataan Gunawan tersebut dibenarkan oleh dua tersangka lainnya yakni Ridwan Lamaroa dan Jumrin Pagala.

Menurut Gunawan saat ditemui di Rutan Kelas II B Unaaha, sembilan nama yang diduga turut menikmati aliran dana hasil korupsi tersebut telah ia beberkan ke dalam BAP Polisi saat dirinya diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Kesembilan orang itu berinisial MF alias FZ, SN, MI alias IW, IR, A, G, K, AS dan PRG.

Selain enam nama yang akan menjalani pemeriksaan di Unit Tipidkor Polres Konawe, penyidik terlebih dahulu telah memeriksa tiga orang yang juga disebut telah turut menikmati aliran dana korupsi tersebut. Mereka adalah SN, IR dan MI. Sementara itu, dari informasi yang dihimpun saat menjalani pemerisaan di Mapolres Konawe, salah satu saksi diduga telah menyebut nama lain yang turut terlibat.

Dikatakan, pada tahun 2015, dirinya bersama Ridwan Lamaroa yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Dinas P dan K menyerahkan dana 1,5 miliar kepada Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Dan pada tahun 2016, dirinya bersama Ridwan Lamaroa kembali menyerahkan dana 1,3 miliar kepada Kery Saiful Konggoasa.

“Setiap ada permintaan saya ditelpon Pak Kadis untuk menarik dana dari Kas Diknas. Setiap transaksi saya selalu bersama Pak Kadis, saya cabut uang dari tas kemudian pak Kadis yang serahkan. Ada catatannya semua dan dana itu kami serahkan secara bertahap. Dana itu sumbernya dari dana UP dan GU tahun 2015 dan 2016,” tutur Gunawan saat ditemui awak media beberapa waktu lalu di Rutan Kelas II B Unaaha. (*WS)