Ditpolairud Polda Banten Gelar Sosialisasikan Larangan Menangkap Benur

Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Pol Airud) Kepolisian Daerah Banten (Polda Banten) sosialisasikan larangan menangkap anak lobster atau benur. Sosialisasi diadakan di Kantor Desa Binuangeun, Kecamatan Binuangeun, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Rabu (28/08/2019) pukul 09.30 WIB.

Kegiatan ini dilaksanakan dan dipimpin langsung oleh Kasubditpatroliairud Polda Banten AKBP. Noman TrisaptoTrisapto Narpati, S.Ik. Bertindak sebagai narasumber, Kompol Syamsul Bahri Amd selaku Binmasair dan Portdiga Polda Banten, dan Hadi dari DKP Kabupaten Lebak. Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti dan dihadiri oleh Camat Wanasalam, Kades Muara Binuangeun, Kapolsek Wanasalam, DKP Kabupaten Lebak, Ketua HNSI Kabupaten Lebak, unsur Desa Binuangeun, dan para nelayan Binuangeun.

Kasubditpatroliairud Polda Banten dalam sambutannya mengatakan larangan menangkap benur atau anak lobster, karena dilindungi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/2015 dan pelakunya bisa diproses hukum.

“Kami berharap pengelola tempat pelelangan ikan (TPI) dan nelayan memahami larangan Peraturan Menteri itu,” kata Kasubditpatroliairud Polda Banten sebagaimana dikutip Warta Sultra dari Polisi Sahabat Masyarakat. 

Kegiatan sosialisasi larangan tangkapan benur lobster bertujuan untuk pelestarian populasi udang tersebut. Selama ini, banyak pelaku pemasok benur udang diekspor ke luar negeri sehingga berdampak terhadap populasi lobster, kepiting, dan rajungan di tanah air. 

Bahkan, nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak hingga kini masih melakukan penangkapan benur udang lobster meski petugas penegakan hukum telah melakukan penahanan terhadap sindikat penjualan benur udang lobster itu. Karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan sosialisasi agar pengelola TPI dan nelayan tidak menangkap benur lobster.

“Melalui sosialisasi larangan tangkapan benur lobster ini diharapkan nelayan tidak terlibat masalah hukum,” ujarnya.

Menurut Noman, pihaknya bersama pemerintah daerah terus mengoptimalkan sosialisasi larangan tangkapan benur udang lobster dengan panjang di bawah delapan sentimeter dan berat 200 gram, termasuk telur udang itu.

Ia mengajak nelayan dapat melestarikan benur lobster agar berkembang di pesisir selatan Lebak yang berhadapan dengan Perairan Samudera Hindia.

“Kami berharap nelayan dapat melindungi habitat udang lobster kecil juga telurnya agar pesisir selatan Lebak menjadikan kawasan populasi udang lobster,” ujarnya. (*WS)