Ditresnarkoba Polda Sultra Ciduk Remaja yang Membawa 15.42 Gram Sabu

WartaSultraID—Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra menangkap remaja 17 tahun yang diduga pengedar jaringan Lapas Kendari pada Senin 18 Maret 2019. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sultra, AKBP Harry Goldenheardt.

“Benar bahwa Ditresnarkoba Polda Sultra melakukan ungkap kasus narkoba pada tanggal 19 Maret 2019 tepatnya pada Pukul 14.50 WITA,” ungkapnya melalui pers rilis yang diterima Warta Sultra, Selasa (19/3/2019).

Kabid Humas Polda Sultra mengatakan, pada Kamis tanggal 14 Maret 2019, Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Sultra melakukan penyelidikan. Maka pada hari Senin tanggal 18 Maret 2019, Tim Opsnal Subdit 1 melakukan penangkapan terhadap target atas nama Sela bin Tego.

Sela bin Tego ditangkap di rumah kosnya dan dilakukan penggeledahan di kamar kos milik tersangka. Saat penggeladahan, Tim Opsnal Subdit I Distresnarkoba menemukan dua puluh enam sachet narkotika yang diduga sabu di saku celana. 

“Barang bukti yang berhasil diamankan 26 bungkus sachet narkotika jenis sabu, berat btuto 15,42 gram, 1 buah kaleng bekas permen mentos, 1 buah plastik kemasan merek aqua dan 1 unit HP Nokia warna hitam,” sambungnya.

AKBP Harry Goldenheardt menambahkan, tersangka menerangkan bahwa narkotika jenis sabu didapatkan dari napi Lapas Kelas II A Kendari atas nama Alam alias Ama. Kemudian, lanjut Harry Goldenheardt, kemudian dilakukan penyitaan satu unit HP Nokia warna hitam milik tersangka karena diduga ada kaitannya dengan tindak pidana narkotika.

“Modus operandi pelaku diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu yang dikendalikan dari Lapas Kelas II A Kendari,” jelasnya.

Kemudian Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Sultra melakukan upaya pengembangan untuk mencari tukang tempel dari Alam alias Ama, namun tim tidak berhasil menangkap tukang tempel tersebut.

“Selanjutnya tersangka dan barang bukti yang disita dibawa ke Mako Ditresnarkoba Polda Sultra guna proses penyidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat Pasal 114  ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (*WS)