Dosen FPIK UHO Gelar Bimtek Pemanfaatan Rumput Laut untuk Masyarakat Pesisir Bungkutoko

WartaSultraID—Tiga Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) yakni Dedy Oetama, Yustika Intan Permatahati, dan Haslianti memberikan bimbingan teknis (bimtek) dalam pemanfaatan rumput laut sebagai peluang usaha baru untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, yakni melalui usaha pembuatan cendol rumput laut. Kegiatan tersebut dilakukan melalui sosialisasi potensi pemanfaatan rumput laut sebagai diversifikasi produk olahan unggulan dan demo langsung pembuatan cendol rumput laut.

Kelurahan Bungkutoko merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang banyak diminati wisatwan, antara lain wisata Pantai Nambo, wisata tracking mangrove, dan wisata jembatan kuning. Namun, masyarakat lokal belum mampu mengoptimalkan peluang tersebut untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Pada umumnya, kawasan pesisir memiliki keterbatasan akses dengan tingkat pendidikan masyarakat yang relatif rendah, sehingga keterbatasan pemahaman dan keterampilan menjadi salah satu kendalanya.

Masyarakat Kelurahan Bungkutoko hanya mengharapkan pada hasil tangkapan ikan dalam bentuk segar untuk dikomersialkan atau dikonsumsi sendiri. Hal ini akan menjadi masalah ketika datang musim “kurang ikan”, tidak memiliki sumber pendapatan lain. Padahal saat ini, produk perikanan yang dikonsumsi masyarakat tidak terbatas hanya pada produk ikan segar, tetapi juga dalam bentuk hasil olahan. Berbagai diversifikasi produk olahan perikanan menjadi primadona di pasaran, antara lain rumput laut.

Penambahan rumput laut pada pembuatan cendol dimaksudkan untuk memberikan kandungan serat yang berfungsi untuk melancarkan sistem pencernaan. Kandungan serat dalam rumput laut dapat mencapai 30 hingga 40 persen berat kering, jauh lebih tinggi dibanding dengan tumbuhan daratan yang hanya mencapai 15 persen berat kering. Selain serat, rumput laut memiliki kandungan kimia lain yang baik untuk kesehatan manusia, antara lain mineral, protein, lipid dan asam lemak, polifenol, vitamin B12, vitamin C, dan vitamin E. Cendol memiliki cita rasa yang enak dank has dengan kuah gula merah dan ditambah dengan berbagai manfaat yang terdapat pada rumput laut tersebut, sehingga peluang usaha pembuatan cendol rumput laut ini sangat potensial diminati wisatawan.

Jenis rumput laut yang digunakan adalah eucheuma cottoni merupakan jenis yang banyak dibudidayakan di Sulawesi. Tidak hanya itu, rumput laut juga banyak dibudidayakan karena dapat digunakan sebagai bahan dalam pembuatan makanan, campuran obat, dan sebagai bahan untuk kosmetik. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan bimbingan teknis kepada masyarakat Kelurahan Bungkutoko tentang pemanfaatan rumput laut sebagai peluang usaha baru untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

Bahan yang digunakan untuk pembuatan cendol rumput laut meliputi tepung beras, rumput laut jenis E. cottoni, gula merah, santan, dan air mineral. Sedangkan alat yang digunakan adalah kompor gas, loyang alumunium, cetakan cendol, wajan, sendok penggoreng, ayakan, dan blender.

Dedy Oetama, salah satu dosen FPIK UHO yang juga sebagai pemateri dalam kegiatan mengatakan bahwa penyuluhan ini dilakukan di gedung Balai Serba Guna Kelurahan Bungkutoko dengan melibatkan aparat pemerintahan Bungkutoko dan masyarakat lokal. Adapun materi yang diberikan adalah cara pengolahan hasil rumput laut dan analisis usaha produk olahan rumput laut.

“Masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya pengolahan hasil rumput laut untuk meningkatkan perekonomian keluarga dibandingkan menjual hasil budidaya rumput laut secara langsung ke pasar. Hasil yang diperoleh dari kegiatan penyuluhan ini adalah bertambahnya pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil budidaya rumput laut,” ujar Dedy Oetama melalui pers rilis yang diterima Warta Sultra, Kamis (17/10/2019).

Ia sampaikan, pada pelatihan tersebut dihasilkan produk olahan cendol rumput laut. Demonstrasi dan pelatihan berjalan dengan baik dan sukses, hal ini terlihat dari antusias masyarakat yang sangat tinggi dan juga partisipasi mereka mengikuti kegiatan. Selain melakukan demonstrasi dan pelatihan, dalam kegiatan ini juga dilakukan analisis usaha yakni keuntungan yang didapatkan dari produk olahan cendol rumput laut tersebut. Harga rumput laut E. cottonii hanya berkisar 6000 hingga 30000 ribu per kilogram. Sedangkan jika diolah menjadi produk olahan cendol rumput laut bisa menjadi kurang lebih 30 gelas dengan harga 5000 rupiah per gelas.

“Hal ini berarti masyarakat bisa memperoleh keuntungan bersih tiga hingga lima kali lipat dari penjualan langsung hasil budidaya. Prospek usaha cendol rumput laut di Kelurahan Bungkutoko yang merupakan kawasan destinasi wisata favorit di Kota Kendari ini sangat menjanjikan dan berpotensi untuk berkembang dengan baik, karena modal produksi yang dikeluarkan relatif murah, harga jual kepada konsumen sangat terjangkau di semua kalangan masyarakat, dan keuntungan yang diperoleh produsen cukup besar,” jelas Dedy Oetama.

Sementara itu, Haslianti juga merupakan Dosen FPIK UHO menambahkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kelurahan Bungkutoko. Partisipasi aktif dan antusias masyarakat sangat menunjang keberhasilan kegiatan pengabdian ini. Kegiatan ini mampu dan berhasil meningkatkan pemahaman dan memberikan keterampilan kepada masyarakat lokal tentang pengolahan hasil rumput laut menjadi produk olahan cendol. Tidak hanya itu, Kegiatan ini juga membangun jiwa berwirausaha masyarakat Bungkutoko.

“Luaran yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatnya pemahaman dan keterampilan masyarakat lokal dalam berwirausaha, meningkatnya pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan rumput laut menjadi produk olahan, dan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan perekonomian,” tutur Haslianti.

Haslianti berharap, kegiatan ini berkelanjutan, karena ini merupakan bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat Bungkutoko. Dalam mendukung hal tersebut, pendampingan secara terus menerus dari pihak UHO dan pemerintah terkait perlu dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan dan pengembangan usaha jangka panjang. Perluasan pasar untuk distribusi produk juga dibutuhkan untuk pengembangan usaha ini. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.