Gagal “Mengolah” Oknum LSM Ancam Lapor Kades Dunggua

Sejak turunnya anggaran dana desa (DD) kasus pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kerap terdengar di Kabupaten Konawe. Kejadian itu juga hampir saja terjadi kepada Maliatin Kepala Desa (Kades) Dunggua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe.

Kejadian tersebut diungkapkan langsung oleh Maliatin. Saat itu, ia kedatangan tamu di rumahnya, tamu lelaki tersebut mengaku dari LSM berinisial SS. Hanya saja, Maliatin sendiri lupa mencatat siapa nama lelaki itu atau memberikan buku tamu untuk diisi.

Saat berdiskusi, oknum LSM tersebut kemudian mengatakan bahwa dirinya mendapat laporan dari masyarakat setempat terkait kasus dugaan penyelewengan DD di Desa Dunggua. Diantaranya, pengadaan mesin pompa air yang disebut barang bekas, serta mempertanyakan ke mana saja penggunaan dana Pendapatan Asli Desa (PADes) Dunggua selama ini.

Oknum LSM itu juga menunjukkan laporan hasil investigasi (LHI) yang sudah dikemas seperti proposal isinyapun lengkap dengan foto mesin yang diduga mesin bekas yang katanya dibeli oleh Kades Dunggua.

Maliatin memberi penjelasan kepada oknum LSM tersebut terkait masalah yang dipertanyakannya. Namun oknum LSM itu merasa tidak puas dengan penjelasan Kades Dunggua, sehingga mengancam Kades Dunggua akan membawa kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Unaaha.

“Saya bilang sama ia, iya lapor saja. Biar saya tahu apa kesalahanku sebenarnya,” ujarnya kepada Warta Sultra saat ditemui di kediamannya, di Desa Dunggua, Kecamatan Amonggedo, Sabtu (26/1/2019).

Terkait penggunaan dana PADes selama ini, Maliatin mengaku menggunakannya untuk kegiatan desa. Seperti pengadaan acara lomba atau kegiatan lainnya. Termasuk kegiatan lomba Kamtibmas yang beberapa waktu lalu yang dimana Desa Dunggua meraih juara dua tingkat nasional oleh Mabes Polri. 

“Saya kan tidak pernah menarik sumbangan dari masyarakat kalau ada kegiatan desa. Makanya, Dana PADdes inilah yang kami pakai untuk setiap kegiatan desa, dan laporannya juga jelas,” ungkapnya. 

Merasa tidak nyaman dengan kejadian itu, Kades Dunggua bahkan sudah pernah ke Kejari Unaaha untuk menanyakan laporan oknum LSM tersebut. Namun pihak Kejari menyampaikan bahwa tidak ada laporan yang masuk terhadap dirinya. Dari situlah ia merasa jika oknum LSM yang menemuinya itu disebut ada maunya. (*SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.