Kepala SDN 2 Onembute Tahan Bantuan Buku Tabungan dan ATM Milik Siswa

WartaSultraID—Diduga sering memanfaatkan bantuan siswa dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sekarang dikenal dengan PIP, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Onembute enggan memberikan buku tabungan dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik siswa.

Padahal, seharusnya buku tabungan dan ATM tersebut sesuai mekanisme bantuan wajib dipegang dan dimiliki siswa. Namun, di SDN 2 Onembute, sejak 2017 bantuan ini tersalur ke siswa, buku tabungan tersebut dipegang oleh kepala sekolah.

Salah satu orang tua siswa saat ditemui Warta Sultra menyampaikan bahwa telah berkali-kali meminta buku tabungan dan ATM ke kepala sekolah, namun kepala sekolah menolak dengan alasan berbelit-belit.

“Itu hari kan pencairannya di Bank BRI Pondidaha, waktu mau pencairan kita rapat dan sepakat biar kepala sekolah saja yang cairkan di Pondidaha. Tapi setelah ia cairkan, ia tidak mau kasikan itu buku tabungan,” kata orang tua siswa yang meminta namanya tidak dicantumkan.

Lebih lanjut ia sampaikan bahwa orang tua siswa sudah penah meminta buku tabungan dan ATM tersebut namun Kepala Sekolah SDN 2 Onembute selalu memberikan alasan kepada orang tua siswa.

“Dia bilang katanya nanti hilang ini buku tabungan sama ATM, karena kalau hilang, dia (Kepala Sekolah SDN 2 Onembute, red) lagi yang susah,” tambah orang tua siswa tersebut.

Tidak hanya menahan buku tabungan dan ATM, kepala sekolah juga diduga menerima uang dari sejumlah orang tua siswa.

“Anakku kan ada dua yang dapat, waktu saya terima kalau tidak salah dikurangi 150 ribu. Jadi sejak 2017 sampai sekarang dia yang pegang ini tabungan sama ATM-nya siswa,” ucapnya.

Sementa itu, Kepala SDN 2 Onembute, Dorkas saat ditemui oleh Warta Sultra membantah jika ia menahan buku tabungan dan ATM milik siswa.

“Ini saya sudah mau berikan sama mereka (orang tua siswa, red),” kata Dorkas beberapa waktu lalu.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas PK) Konawe, Tira Liambo menyampaikan bahwa kepala sekolah tidak berhak mengintervensi dengan tujuan untuk memiliki buku tabungan dan ATM siswa.

“Itu buku tabungan sama ATM PIP miliknya siswa, bukan kepala sekolah dan jelas aturannya,” ungkap Tira Liambo saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (5/7/2019).

Terkait hal tersebut Dinas PK melalui Bidang Dikdas Konawe akan memanggil dan memberikan teguran kepada kepala sekolah yang bersangkutan.

“Saya akan panggil kepala sekolahnya, minta klarifikasinya kenapa tidak diberikan buku tabungan sama ATM siswa,” tuturnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.