Ketua KPU Sultra: Iklan Kampanye Waktunya Hanya 21 Hari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara, Abdul Natsir Moethalib mengatakan, khusus kampanye di media massa, baru bisa dilaksanakan 21 hari terakhir sebelum masa tenang. Perlu diketahui, saat ini peserta pemilu tengah memasuki masa kampanye yang dimulai pada 23 September 2018 hingga 13 April 2019. 

Untuk iklan kampanye di media massa pada 24 Maret hingga 13 April 2019. Sedangkan masa tenang akan dimulai pada 13 April hingga 16 April 2019.

“Waktu penayangan iklan kampanye yang diatur KPU RI, sesuai isi Undang-Undang Pemilu, diizinkan pada 24 Maret 2019. Pemasangan iklan kampanye diperbolehkan selama 21 hari hingga 13 April 2019,” jelasnya kepada Warta Sultra saat ditemui usai mengisi materi dalam kegiatan sosialisasi pengawasan kampanye di media massa yang diselenggarakan oleh Bawaslu Sultra di Hotel Same Boutique Kendari, Sabtu (26/1/2019).

Ia menjelaskan bahwa jadwal terkait iklan kampanye diatur dalam Peraturan KPU Pasal 24. Kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf f dan huruf g dilaksanakan selama dua puluh satu hari dan berakhir hingg dengan satu hari sebelum dimulainya masa tenang. Masa tenang sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan ayat 2 berlangsung selama tiga hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara. 

Abdul Natsir Moethalib menerangkan bahwa iklan kampanye merupakan pesan kampanye melalui media cetak, elektronik berbentuk tulisan, gamabr, animasi, promosi, suara, peragaan, sandiwara, debat, dan bentuk lainnya yang dimaksudkan untuk memperkenalkan pasangan calon atau meyakinkan pemilih memberi dukungan kepada pasangan calon. 

Pada peraturan KPU Pasal 37, yang pertama peserta pemilu dapat melakukan kampanye melalui iklan kampanye di media cetak, media elektronik, media dalam jaringan dan media sosial. Sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 23 ayat 1 huruf e dan huruf f, serta lembaga penyiaran. Yang kedua materi iklan kampanye sebagaiaman dimaksud pada aya 1 paling sedikit memuat visi, misi dan program peserta pemilu.

“Ketiga materi iklan kampanye sebagaiaman dimaksud pada ayat 2 dapat berubah seperti, tulisan, suara, gambar, gabungan antara tulisan, atau gambar yang bersifat naratif, grafis, karakter, interaktif atau tidak interaktif serta dapat diterima melalui perangkat penerima pesan,” jelasnya.

Ia katakan bahwa KPU telah menjadwalkan pemasangan iklan kampanye di media massa dilakukan pada 24 Maret hingga 13 April 2019. Namun, hal itu bukan berarti media dilarang melakukan pemberitaan terkait aktivitas kampanye peserta Pemilu.

Ia jelaskan bahwa boleh dilakukan pemberitaan terkait aktivitas kampanye partai atau peserta pemilu. Namun, yang ingin disampaikan adalah pemberitaan seperti apa saja yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kampanye sendiri akan berakhir pada 13 April 2019. Kampanye ini juga termasuk untuk calon anggota DPR, DPD, DPRD dan capres cawapres. Pileg dan pilpres akan digelar serentak pada 17 April 2019. Ia juga berharap bahwa media massa dapat menjadi tempat penyampaian ide-ide maupun program kerja peserta Pemilu.

“Kita juga berharap bahwa semua media yang ada di Sultra paham dan patuh terhadap peraturan terkait periklanan di media massa yang telah diatur ini,” pungkasnya. (*SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.