KKN Tematik UHO Beri Pelatihan Pembuatan Pupuk Berbahan Eceng Gondok dan Kulit Buah di Desa Ranooha

WartaSultraID—Dalam rangka pelaksanaan program kegiatan pengabdian kepada masyarakat terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) tahun 2019. Peserta KKN Tematik Desa Ranooha memperkenalkan cara pembuatan pupuk berbahan tanaman eceng gondok dan kulit buah semangka bagi masyarakat Desa Ranooha, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini bertempat di Balai Pertemuan Desa Ranooha yang secara resmi dibuka langsung oleh Muhtar selaku Kepala Desa Ranooha dan dihadiri sejumlah dosen pendamping KKN Tematik UHO 2019 yang diketuai oleh Lili Darlian, S,Si., M,Si. serta diikuti oleh sejumlah masyarakat setempat.

Dalam sambutanya, Kepala Desa Ranooha menyampaikan bahwa ia mengucapkan banyak terima kasih terhadap penyelenggara kegiatan atas diadakannya kegiatan palatatihan pembuatan pupuk kompos tersebut di Desa Ranooha. Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan dapat membantu mengembangkan pola pemikiran masyarakat dalam hal pemanfaatan tumbuhan-tumbuhan di sekitar yang dinilai tidak bermanfaat sehingga menjadi sumber daya.

“Oleh karena itu, dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan kepada masyarakat Desa Ranooha agar dapat memperhatikan betul-betul bagaimana cara pembuatan pupuk kompos tersebut. Sehingga masyarakat dapat membuatnya langsung di tempatnya masing-masing,” ujar
Kepala Desa Ranooha dalam sambutannya, Jum’at (9/8/2019).

Sementara itu, Lili Darlian manjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan unggulan yang diprogramkan dalam proses pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN Tematik UHO tahun 2019, yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara pembuatan pupuk kompos berbahan dasar tumbuhan eceng gondok dan kulit buah semangka.

“Kami memilih tambuhan eceng gondok dan kulit semangka sebagai bahan dasar pembuatan pupuk kompos ini karena kami menilai bahwa di Desa Ranooha banyak terdapat eceng gondok yang selama ini tidak pernah dimanfaatkan, begitu pula dengan kulit buah semangka,” jelas
Lili Darlian.

Untuk cara pembuatan pupuk dengan berbahan eceng gondok dan buah kulit buah semangka yakni cukup mencacah kecil-kecil tumbuhan eceng gondok tersebut lalu masukan ke dalam wadah seperti ember besar dan taburkan larutan EM4 secara merata ke seluruh permukaan enceng gondok lalu tutup rapat timbunan tersebut dengan plastik.

Tujuannnya adalah untuk meningkatkan suhu di dalam, sehingga proses pelapukan lebih cepat. Diamkan selama kurang lebiah 30 hari, setelah itu barulah pupuk eceng gondok siap untuk diaplikasikan pada tanaman. Begitu pula dengan cara pembuatan pupuk kompos dari kulit buah semangka.

“Sehingga demikian, dengan adanya kegiatan pelatihan seperti ini masyarakat diharapkan dapat memahami dan bisa dijadikan sebagai suatu lapangan kerja baru khususnya pada kalangan masyarakat petani dalam hal peningkatkan produktivitas lahannya dan juga pendapatannya,” tambah Lili Darlian.

Kegiatan pelatihan ini mendapatkan respon baik dari masyarakat Desa Ranooha. Hal tersebut disampaikan oleh Edi Landeke salah satu warga setempat, ia merasa sangat berysukur dengan adanya kegiatan palatihan pembuatan pupuk kompos ini. Karena bahan dasarnya cukup mudah didapatkan di lingkungan sekitar dan ternyata dapat memberikan nilai tambah ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami masyarakat, yang mana menambah ilmu serta wawasan kami untuk dapat memanfaatkan tumbuhan atau sampah daur ulang menjadi suatu hal yang berguna. Mewakili masyarakat Desa Ranooha pada umumnya, kami ucapkan terima kasih banyak kepada penyelenggara kegiatan,” paparnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.