Kodim 1417/Kendari Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

WartaSultraID—Pada tahun 1965, enam jenderal dan satu Perwira pertama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) putra terbaik bangsa gugur akibat kekejaman yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI), dimana PKI bertujuan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis. Peritiwa tersebut dikenal dengan peristiwa Gerakan 30 September PKI atau G30S/PKI.

Dan sebagai wujud mengenang tragedi nasional tersebut serta memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, Komando Distrik Militer (Kodim) 1417/Kendari menggelar upacara peringatan Kesaktian Pancasila. Komandan Kodim (Dandim) 1417/Kendari, Kolonel Kav. Hendi Suhendi, S.Sos., M.Si dalam upacara tersebut bertindak sebagai inspektur upacara yang digelar di Makodim 1417/Kendari.

Pada upacara peringatan Kesaktian Pancasila, selain pembacaan pembukaan isi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, juga dibacakan ikrar sebagai pernyataan kebulatan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pembacaan ikrar yang dibacakan oleh Kapten Inf. Edi Kusumah menegaskan bahwa untuk memelihara semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur ideologi Pancasila agar Bangsa Indonesia dapat memperkokoh tegaknya NKRI.

“Berbagai ronrongan baik dari dalam dan luar yang berupaya menumbangkan Pancasila ketika Bangsa Indonesia tidak bersatu, lengah dan kurang waspada,” ucap Danramil 06 Lasolo tersebut saat membacakan ikrar dalam upacara Hari Kesaktian Pancasila melalui pers rilis Penerangan Kodim 1417/Kendari, yang diterima Warta Sultra, Selasa (1/10/2019).

Upacara diakhiri dengan pembacaan doa oleh Kapten Inf. Arifudin, yang dalam doanya memohon agar Hari Kesaktian Pancasila ini dijadikan sebagai momentum untuk dapat merekatkan persatuan dan kesatuan dan dijauhkan dari segala perselisihan dan perpecahan antar sesama Bangsa Indonesia. Demikian Penerengan Kodim mengakhiri rilisnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.