Komunitas Scooter Bomat Depok, antara Gaya Hidup dan Menebar Cinta

Vespa merupakan salah satu alat transportasi modern. Vespa adalah merk sepeda motor jenis skuter yang berasal dari Italia. Vespa memiliki penggemar fanatik, terutama vespa klasik. Eksistensi penggemar fanatik vespa bisa dilihat dari menjamurnya komunitas penggemar vespa di seluruh Indonesia, salah satunya, Komunitas Scooter Bomat Independent Depok (Bomat).

Bermula dari tahun 2004 dimana para penggemar vespa di seputaran Depok sering berkumpul untuk berbagi cerita tentang kecintaan pada vespa. Aksi kumpul-kumpul tersebut dilanjutkan dengan membentuk Scooter Bomat Independent pada tahun 2006 dengan motto “Kami Ada dan Terus Berlipat Ganda”. Nama Bomat mewakili bahasa candaan sehari-hari, bodo amat, maka jadilah bomat.

Komunitas vespa yang semula hanya memiliki agenda untuk kumpul dan berdiskusi, akhirnya dikembangkan menjadi komunitas yang bisa memiliki usaha. Ide pun muncul untuk membuka tempat pencucian kedaraan karena base camp berada di lokasi strategis, tepatnya di Jalan H. Dimun Raya, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).

Akhirnya, tahun 2007 dimulailah usaha bengkel motor dimana bengkel tersebut tidak hanya menangani vespa tetapi semua jenis kendaraan roda dua. Seiring berjalannya waktu, komunitas Scooter Bomat Independent Depok menjadi besar dan semakin dikenal.

Dalam komunitas pecinta atau penggemar vespa, tidak hanya fokus pada vespa dan komunitas-komunitas yang ada di seluruh Indonesia atau bahkan dunia. Komunitas vespa juga memiliki kepedulian pada sesam, solidaritas dan menebar cinta kasih tidak hanya mereka wujudkan kepada sesama penggemar vespa tetapi bagi seluruh umat manusia sesuai kemampuan komunitas tentunya.

Sebagai contoh, setiap bulan Ramadhan tiba, komunitas Scooter Bomat Independent Depok selalu memiliki agenda berbagi takjil dengan anak-anak yatim piatu. Tidak hanya takjil, komunitas juga memberikan sumbangan.

Sebagaimana pengamatan penulis di lokasi pada Sabtu (17/8/2019), komunitas Scooter Bomat Independent Depok memang sangat hangat. Mereka begitu membuka diri untuk berteman dengan siapa saja karena solidaritas dan persaudaraan di dunia komunitas vespa bukan sekedar slogan semata tetapi sudah mendarah daging.

Terlebih jika melihat ada sesama anggota komunitas vespa yang membutuhkan pertolongan, tidak butuh penjelasan panjang lebar, seluruh anggota lainnya akan memberikan pertolongan tanpa memikiran timbal balik yang didapat.

Hingga Agustus 2019, anggota komunitas Scooter Bomat Independent Depok telah mencapai 100 orang. Dijelaskan bahwa ada beberapa jenis
vespa yang bergaya, di antaranya, standarant , extreme , dan modifikasi.  Untuk menjadi anggota komunitas Scooter Bomat Independent Depok tidak ada syarat khusus terkai jenis vespa karena syarat terpenting adalah memiliki visi dan misi yang sama.

Begitu warna warninya cerita suka duka di dunia vespa, sehingga tidak berlebihan jika Heru Lyanto atau lebih akrab disapa Bang Lili selaku ketua Scooter Bomat Independent Depok menegaskan bahwa vespa bukan sekedar hobi tetapi sudah merupakan gaya hidup dan bagaimana menebar kebaikan bagi sesama penggemar vespa dan seluruh umat manusia. (*WS)

Sumber foto: Retno dan Scooter Bomat Independent Depok
Keterangan : berita juga menjadi milik dari Warta Digital Indonesia sebagai salah satu media dalam WDI Media Group