Laboratorium Agribisnis FPt UHO Gelar Pelatihan Microsft Excel

WartaSultraID—Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam pengelolaan data, pihak Laboratorium Unit Agribisnis Fakultas Peternakan (FPt) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar pelatihan software (microsft excel dan SPSS) dengan tema “Optimalisasi Potensi Kemampuan Olah Data sebagai Upaya Menghasilkan Sumber Daya Manusia yang Kompetitif dan Berbudaya Akademi Menuju Era Industri 4.0”.

Kegiatan tersebut berlangsung salama tiga hari yang dimulai sejak tanggal 1 hingga 3 November 2019 yang bertempat di Laboratorium Agribisnis FPt UHO yang secara resmi dibuka langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FPt UHO, Dr. Ir. La Ode Nafiu, M.Si dan diikuti oleh sebanyak 120 peserta.

Dalam sambutannya, La Ode Nafiu menyampaikan bahwa beberapa tahun terakhir, jumlah dan kecepatan produksi data telah meningkat drastis di banyak industri. Data yang baik dapat disusun dalam sebuah database (basis data). Database memiliki arti penting dalam instansi agar dapat mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa tugas dan fungsi setiap instansi pemerintah dalam rangka pencapaian rencana strategisnya.

Kemajuan produksi data pun membuat profesi data scientist semakin dicari. Data science sendiri merupakan bidang yang terus berevolusi seiring dengan perkembangan teknologi baru, termasuk alat yang digunakan dalam mengolah data. Namun demikian, sumber daya manusia pun menjadi faktor utama dalam proses tersebut.

“Data memiliki fungsi yang sangat penting bagi kinerja dan kelancaran kerja suatu perusahaan, organisasi ataupun instansi pemerintah. Instansi tersebut membutuhkan penyusunan data yang baik agar dapat membantu para pimpinan atau pengambil kebijakan dalam menyusun rencana kegiatan dan mengambil sebuah keputusan,” ujar La Ode Nafiu dalam sambutannya, Jum’at (1/11/2019).

Ia menjelaskan, data merupakan hal yang sangat penting, dengan adanya data yang falid maka akan membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan, dengan demikian keputusan yang diambil tepat sasaran. Di negara-negara maju khususnya, data memiliki harga mahal, namun tanpa data maka pembangunan bisa jadi lebih mahal.

“Kendati demikian, jika data tersebut hanya sebatas angka dan tidak memiliki interprestasi yang jelas, maka data tersebut belum memiliki nilai, data jadi berharga ketika telah diolah. Kemampuan pengolahan data ini tidak dimiliki oleh banyak orang, sehingga sangat tepat jika pelatihan ini diadakan,” jelasnya.

Sementara itu, Musram Abadi, S.Pt., M.Si, selaku ketua panitia dalam laporannya menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan beragam metode statistik dan penerapannya dengan microsft excel dan SPSS. Harapannya, melalui pelatihan ini peserta dapat mengambil manfaat besar dan ke depannya setelah pelatihan, peserta dapat mengolah data dengan baik, paling tidak dalam mengelolah data hasil penelitian bisa dilakukan sendiri.

“Selain itu pula, bagi peserta terpilih akan kami rekrut menjadi instruktur dan pelatih, karena ke depannya kegiatan ini akan menjadi program rutin untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengolah data,” tuturnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.