LISPIKTER UHO Manfaatkan Limbah Kardus sebagai Mesin Tetas Telur Ayam

WartaSultraID—Dalam usaha peternakan, salah satu faktor yang penghambat lambatnya produksi telur adalah akibat peternak masih menggunakan metode konvensional dalam penetasan telur ayam. Padahal faktanya, penggunaan mesin tetas memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan penetasan telur secara alami, namun pengadaan mesin tetas yang ada di pasaran sekarang ini nominalnya cukup tinggi.

Menjawab akan hal itu, pengurus Lingkar Studi Penalaran Ilmiah dan Kewirausahaan Peternakan (LISPIKTER) Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar pelatihan pembuatan mesin tetas dengan memanfaatkan limbah kardus. Kegiatan dilaksanakan di Sekretariat Rumah Kita LISPIKTER pada Kamis, 19 September 2019.

Fitrah selaku pemateri dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa pelatihan pembuatan mesin tetas dengan menggunakan limbah kardus ini diharapkan bisa melatih nilai-nilai kreatifitas mahasiswa, dengan biaya yang begitu murah sudah bisa menghasilkan satu mesin ATM sederhana.

“Mesin ATM yang saya maksud disini adalah bahwa melalui mesin tetas itu kita dapat menghasilkan bibit ayam yang memiliki nilai jual yang besar. Sehingga bisa menambah pendapatan untuk kita,” tulisnya dalam pers rilis yang diterima Warta Sultra, Jum’at (20/9/2019).

Sementara itu, Hijrawati selaku Ketua Umum LISPIKTER berharap bahwa kegiatan pelatihan pembuatan mesin tetas ini bisa menjadi langkah awal LISPIKTER untuk mengembangkan usaha sesuai dengan identitas dari LISPIKTER itu sendiri. Karena pelatihan pembuatan mesin tetas ini akan ditindak lanjuti dengan kegiatan-kegiatan selanjutnya.

“Setelah pembuatan mesin tetas ini, maka akan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya, seperti pelatihan manajemen penetasan, manajemen pemeliharaan ayam kampung super, hingga pelatihan pembuatan pakan fermentasi dari limbah rumah makan,” paparnya.

Untuk diketahui, LISPIKTER merupakan organisasi semi internal yang berdiri sejak tahun 2013 di Fakultas Peternakan UHO, yang bergerak di bidang Penalaran Ilmiah dan Kewirausahaan. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.