Menangkal Pergeseran Norma Bebas Melalui Pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika

WartaSultraID—Sesuai dengan Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 34 Tahun 2004, Pasal 7 ayat 1, menyatakan bahwa tugas pokok Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Sedangkan pada ayat 2 menyatakan bahwa tugas pokok TNI dilaksanakan melalui Operasi Militer Untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) serta pada butir 8 menyatakan pemberdayaan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta.

Dengan adanya UU Nomor 34 tersebut, terdapat korelasi dengan UU RI Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) serta kesepakatan bersama antara pimpinan TNI-AD dengan Ka Kwarnas gerakan Pramuka pada tahun 2017 tentang Kerjasama dalam Usaha Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Bela Negara.

Dari dasar tersebut, Komando Distrik Militer (Kodim) 1417/Kendari melaksanakan kegiatan pembinaan kepemudaan dalam bentuk kegiatan pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika di seluruh Satkowil jajaran Kodim 1417/Kendari, Sabtu (13/4/2019).

Pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika yang merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kepala Staf (Kasat) Angkatan Darat (AD), bertujuan membantu pemerintah daerah menyiapkan generasi muda dalam menangkal masuknya budaya dan pergeseran norma bebas di kalangan generasi muda yang mengarah pada perpecahan dan upaya penghilangan ke Bhinneka Tunggal Ika-an serta rasa gotong royong dalam kehidupan masyarakat serta diharapkan mampu mendorong, mengarahkan dan membangkitkan semangat bela negara.

Pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika memiliki peran yang sangat penting dan strategis mengingat generasi muda menjadi subyek binaan Pramuka Saka Wira Kartika yang merupakan kader-kader penerus perjuangan bangsa. Pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika bertujuan untuk membina dan membentuk generasi muda bangsa Indonesia berkepribadian, berakhlak mulia, disiplin, terampil dan berjiwa kesatria serta memiliki rasa cinta tanah air yang berlandaskan ke BhinnekaTunggal Ika-an dengan semangat bela negara.

Sasaran dari pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika yaitu terwujudnya generasi muda Indonesia yang memiliki keterampilan sesuai dengan Krida Saka Wira Kartika, terwujudnya generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kesadaran dalam membela negara Indonesia, tumbuhnya kebanggaan generasi muda sebagai warga Negara Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Terbentuknya fisik dan mental serta kepribadian yang baik di kalangan generasi muda dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, serta terbentuknya generasi muda yang mandiri, peduli, bertanggungjawab dan berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat.

Untuk materi kegiatan pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika yang dilaksanakan oleh satuan jajaran Kodim 1417/Kendari tahun anggaran 2019 yaitu, pembinaan syarat kecakapan khusus Saka Wira Kartika, yang meliputi krida navigasi darat, krida pioneer, krida mountaineering, krida penanggulangan bencana.

Untuk pembinaan kesadaran bela negara dalam kepramukaan yang meliputi, peraturan baris berbaris, tata cara penghormatan, latihan upacara bendera, dan outbound yang bersifat menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, pantang menyerah, kerjasama dan kewaspadaan diri.

Sementara wawasan kebangsaan meliputi, empat konsensus dasar bangsa, sejarah nasional, paham radikalisme, bahaya laten komunis, dan proxy war (perang proksi).

Dari beberapa poin materi pembinaan tersebut, tema yang diangkat yaitu “TNI-AD Melalui Pembinaan Kepramukaan Saka Wira Kartika, TNI-AD Siap Membina dan Membentuk Generasi Muda Bangsa yang Berkarakter dan Berwawasan Kebangsaan serta Berjiwa Kesatria guna Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air demi Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. (*WS)