Mengenal SMAN 3 Kendari, Sekolah Pinggiran Sarat Bakat

Terletak di Jalan R.A Kartini Nomor 127 Kelurahan Kasilampe, Kecamatan Kendari, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Kendari merupakan sekolah negeri yang letaknya sekitar 13 kilometer dari pusat kota. Sekolah ini berdiri sejak 1983. Saat ini, SMAN 3 Kendari memiliki 28 rombongan belajar dengan jumlah murid sebanyak 845 orang.

Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Akil, S.Pd., M.Si selaku Kepala Sekolah SMAN 3 Kendari. Ia mengatakan bahwa dari sisi sarana prasarana, pihak sekolah sudah cukup memiliki fasilitas untuk menunjang kegiatan proses belajar mengajar.

“Kendala lain di sisi sarana dan prasarana yaitu di bagian belakang sekolah yang berbatasan dengan tanah milik warga tergerus air sehingga di tahun 2014 lalu mengakibatkan longsor. Posisi letak sekolah dengan tanah warga terdapat terdapat tebing yang cukup dalam. Hingga saat ini lokasi tersebut belum bisa kami benahi dikarenakan anggaran yang dibutuhkan cukup besar,” ungkapnya kepada Warta Sultra saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/1/2019).

Siswa-siswi di SMAN 3Kendaru yang ada saat ini berasal dari beberapa wilayah di Kota Kendari seperti Kelurahan Purirano, Kendari Cadi, Kampung Dalo, Kampung Butung, Bungkutoko serta dari wilayah Sulawesi Tengah yaitu Pulau Masadia.

“Siswa-siswi dari Bungkutoko, Kecamatan Abeli saat berangkat dari rumah ke sekolah mereka menggunakan transportasi laut perahu kotor (jhonson). Dan untuk yang dari Pulau Masadia, beberapa dari mereka mengontrak rumah dan sebagain ada yang tinggal bersama keluarga yang sudah menetap di wilayah sini. Menurut mereka, di Pulau Masadia tdak ada SMA. Jadi itulah yang mendorong mereka ke Kota Kendari ini untuk bersekolah,” jelasnya.

SMAN 3 Kendari ini dari bidang akademik tergolong heterogen dan dari non akademik, Muhammad Akil mengungkapkan bahwa siswa rata-rata memiliki bakat di bidang olahraga, seperti olahraga voli dan futsal. Hal tersebut terlihat dari beberapa kejuaraan yang telah diikuti. Dimana, para siswa selalu mendapatkan juara satu, dua dan tiga.

“Di bidang akademik, ada seorang siswa yang berprestasi pada mata pelajaran biologi. Itu dilihat dari saat ia mengikuti lomba olimpiade sains tingkat kota. Ia berhasil menduduki juara kedua bersama-sama dengan siswa dari sekolah unggulan lain di Kota Kendari,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan, seperti sekolah- sekolah lain, SMAN 3 Kendari dari sisi tenaga pendidik dinilai sangat kurang. Dari keseluruhan jumlah guru, total ada 18 orang yang berstatus honorer dan 38 berstatus ASN. Mata pelajaran matematika, ideal guru enam orang, namun hanya terdapat satu guru ASN dan selebihnya honorer.

“Kami tidak dapat menuntut banyak, sebab kondisi kekurangan guru hampir semua sekolah di Sultra ikut mengalami hal itu. Ini juga disebabkan banyak guru yang pensiun,” sambungnya.

Terkait Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), ia menjelaskan, dari segi peralatan pelaksanaan ujian seperti komputer, pihak sekolah bekerjasama dengan SMPN 9 Kendari guna memenuhi kebutuhan komputer. Saat ini sekolah hanyan memiliki 37 komputer. Ia menambahkan, sejak hari Senin 28 hingga 31 Januari 2019 pihak sekolah telah melaksanakan simulasi UNBK dengan menggunakan komputer yang ada.

“Saat ini pihak sekolah memiliki ada tiga server dan satu cadangan. Pada saat pelaksanaan ujian, akan dipakai tiga ruangan dibagi dalam tiga sesi,” pungkasnya. (*SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.