PD BPR Bahteramas Konsel Salurkan Kredit Sebesar 20,40 Miliar

Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bahteramas Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) ke IX tahun buku 2018 di Hotel Wonua Monapa Resort – Ranomeeto pada Rabu 6 Februari 2019.

Dewan Direksi BPR Bahteramas, Ahmat menyampaikan bahwa BPR telah menjalankan perannya sebagai fungsi intermediasi selama 8 tahun di Konsel, dengan memberikan layanan perbankan pada 24 kecamatan, minus Kecamatan Laonti karena keterbatasan akses. Tetapi tahun ini akan ekspansi ke wilayah tersebut. Selain itu, Bahteramas juga sudah menyasar daerah tetangga dekat Konsel yakni Kabupaten Bombana.

Pada tahun 2018 total aset BPR Bahteramas kurang lebih 23 miliar atau tumbuh 23 persen dari tahun 2017, dengan melayani 6.148 rekening. Dimana, dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan bersumber dari dana tabungan dan deposito sebesar 7,4 miliar.

“Bahteramas Konsel juga telah menyalurkan kredit pada tahun 2018 sebesar 20,40 miliar, tambahannya dengan penyumbang utama portofolio kredit lancar BPR pada jenis kredit UMKM, sertifikasi guru, dan kredit desa. Dengan membukukan pendapatan sebesar 4,7 miliar dan keuntungan laba berjalan setelah dikurangi biaya operasional senilai 1 miliar dengan kata lain BPR lebih efisien dalam melakukan kegiatan bisnisnya,” ujarnya melalui pers rilis yang diterima Warta Sultra, Rabu (6/2/2019).

Lebih lanjut Ahmat mengatakan bahwa untuk menjaga daya saing di era digital, BPR melakukan terobosan yakni BPR E-Cash (transfer via aplikasi ponsel), teknologi informasi, akses data Dukcapil, dan skim kredit baru dengan sasaran pensiunan, kredit desa dan sertifikasi guru.

Tetapi, di tengah kompetisi ketat dalam meningkatkan pelayanan, pihaknya menyadari masih memiliki keterbatasan, baik dari struktur modal, penghimpunan DPK, SDM yang terbatas. Sehingga kami minta kepada Pemda Konsel adanya intervensi positif untuk bersama-sama mem-back up operasional BPR melalui penitipan dana Idle Pemda untuk tabungan dan deposito berjangka.

“Begitupun juga kepada Pemprov, selain penyertaan dana, kami berharap pembayaran TPP pegawai Pemprov yang ada di Konsel melalui Bahteramas,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Fredly, mengapresiasi atas kinerja para Direksi dan jajaran serta para pemegang saham yang telah memberikan mamfaat baik bagi masyarakat, pengurus, para pemegang saham dan pegawai itu sendiri. Tetapi masih perlu ada inovasi dari pengurus untuk mengupayakan penghimpunan dana yang sedang sulit saat ini.

Termasuk prestasinya yang mampu meningkatkan predikat Bahteramas dari status pengawasan intensif menjadi pengawasan normal, karena angka NPL/kredit macet yang mengalami penurunan yang masih perlu ditingkatkan kinerjanya sehingga menjadi BPR sehat.

“Dan dari hasil penilaian di bandingkan dengan 16 BPR, 12 perusahaan daerah dan 4 perseroan terbatas (PT) se- Sultra, OJK memberikan nilai raport BPR Bahtermas yakni urutan ke empat dari penyaluran kredit, ke enam untuk asset, serta penyertaan kredit DPK urutan ke sepuluh dengan hasil kategori cukup sehat,” tuturnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.