Peduli Sesama, Geng Rael Berikan Donasi untuk Pak Haemi

Geng Rael hadir di Kota Kendari dengan tagline “Populer dan Berjiwa Sosial”. Populer artinya, anggota Geng Rael sangat kekinian atau anak zaman now di era milenial. Berjiwa sosial artinya anggota Geng Rael peka terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat.

Untuk meringankan beban masyarakat baik dari kalangan panti asuhan yang kekurangan mendapatkan bantuan maupun dari kalangan masyarakat yang sedang kekurangan maupun ditimpah musibah.

Kepedulian sosial oleh Geng Rael ini sudah dilakukan beberapa kali salah satunya pada bulan ramadhan. Saat itu Geng Rael santuni Panti Asuhan An-Nur Rahmat Kendari untuk berbagi rezeki.

Pada hari Jumat 18 Januari 2019, Geng Real memberikan bantuan sembako berupa telur, beras, mie instan, gula, teh, kopi, dan satu tikar serta sejumlah uang tunai kepada Haemi (59) yang berada di Lorong Jambu, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Geng Rael, Esty Anti. Ia mengatakan bahwa Haemi adalah laki-laki kelahiran Tobea, Kabupaten Muna dengan dua bersaudara. Haemi dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjual air di Pasar Sentral Kota Lama, Kota Kendari.

“Pak Haemi dijuluki sebagai “manusia helem”. Hal ini disebabkan beliau setiap saat berangkat kerja dari rumahnya selalu memakai helem sepanjang jalan dari Lorong Jambu hingga ke Pasar Sentral Kota Lama,” ujar Esty Anti melalui pers rilisnya yang diterima Warta Sultra, Sabtu (19/1/2019).

Esty Anti mengatakan bahwa tujuan Haemi menggunakan helem sepanjang jalan agar bisa diberi tumpangan kepada para pengguna roda dua. Jika tidak mendapatkan tumpangan, Haemi tidak pernah putus asa untuk melanjutkan perjalanannya menuju tempat untuk mencari rezeki.

“Namun demikian, beliau tidak putus asa jika tidak ada yang memberi tumpangan, maka beliau memilih berjalan kaki. La Bendera, saudara tiri Pak Haemi mengatakan bahwa beliau adalah sosok yang gigih, mandiri, dan tidak ingin merepotkan orang lain serta pantang menyerah,” jelas Ketua Geng Real ini.

Tinggal di gubuk yang sempit dan kotor yang bersebelahan dengan kandang ayam, tidak membuat Haemi gentar untuk menjalankan hidupnya. Esty Anti memyampaikan rasa kepeduliannya yang mendalam terhadap Haemi. Kata Esty anti, di usia yang sudah tua seharusnya menikmati hidupnya yang nyaman dan bahagia. Tetapi masih berjuang demi menafkahi hidupnya.

Sementara itu, La Haya, S.Pd selaku Ketua Tim Kreatif Geng Rael berharap kepada Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Kesehatan Kota Kendari dapat memeriksa kesehatan Haemi secara komprehensif agar diketahui penyakit yang dideritanya.

“Hal ini ditelisik dari wawancara yang didapat dari La Rusia, Nur Hayanti, Hanuna, saudara tiri Pak Haemi, bahwa Pak Haemi pernah mengalami sakit di umur 2 tahun yakni panas demam tinggi. Kemudian penyakitnya berlanjut hingga umur 7 tahun. Di saat itulah didapati gigi Pak Haemi rontok atau berjatuhan sekaligus atas bawah dan tumbuh seluruhnya kemudian jatuh lagi seluruhnya dan tumbuh lagi. Apalagi akibat demam tinggi yang dialami di umur 2 tahun tersebut membuat kognitifnya terganggu,” kata La Haya.

Arfazh, sapaan akrab La Haya juga berharap kepada masyarakat agar memberikan sedikit rezekinya kepada Haemi sehingga bisa meringankan sedikit beban yang dialaminya. Arfazh mengatakan, semoga Pak Haemi selalu diberikan kesehatan dan umur panjang. Demikian ia mengakhiri rilisnya. (*SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.