Pengelolaan Anggaran Pelatihan Ternak di Desa Nihi Diduga Terjadi Penyimpangan

WartaSultraID—Dalam penyelenggaraan pengelolaan keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Nihi, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sulta) tahun 2019 diduga ada penyimpangan pada pengelolaan anggaran pelatihan ternak dan pertanian.

Hal itu disampaikan oleh Jairudin selaku Tokoh Pemuda Masyarakat Desa Nihi. Ia mengatakan bahwa dalam APBDes tahun 2019 terpampang jelas dengan anggaran dua puluh dua juta rupiah untuk anggaran pelatihan ternak dan pelatihan pertanian. Tapi hingga ternak ayam diturunkan kepada masyarakat penerima, pelatihan yang dimaksud belum juga dilakukan.

“Oleh karena itu, karena tidak adanya bentuk pelatihan ternak tersebut hingga akhirnya peternak ayam banyak mengalami kegagalan, banyak ayam mengalami sakit hingga kematian yang menyebabkan masyarakat peternak ayam rugi besar,” kata Jairudin kepada Warta Sultra, Selasa (9/7/2019).

Ia mengatakan, mengingat pelatihan tersebut dianggap sangatlah penting bagi masyarakat khususnya Desa Nihi, masyarakat dapat memperoleh ilmu dasar tentang pemeliharaan ayam agar dapat berhasil serta mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

Namun, lanjut Jairudin, sangat disayangkan jika pelatihan tersebut tidak dilakukan. Artinya pemerintah setempat hanya memikirkan keuntungan diri semata tanpa memikirkan masyarakatnya.

“Untuk itu, kami selaku masyarakat perternak menuntut agar segera dilakukan pelatihan secepatnya dan ayam yang mengalami kematian dapat digantikan karena kesalahan bukan dari peternak, tetapi dalam lingkup Pemerintahan Desa Nihi,” jelasnya.

Sementara itu, Isra Judin juga selaku masyarakat Desa Nihi yang mendapatkan bantuan ayam ternak tersebut membenarkan bahwa ada penyaluran bantuan ayam dari Pemerintah Desa Nihi kepada masyarakat.

Saat itu, kata Isra Judin, masyarakat dijanjikan untuk diadakan pelatihan tentang pemeliharaan ternak ayam sebelum penyaluran bantuan ternak. Namun hingga sampai pada tahap penyaluran ayam kepada masyarakat, pemerintah setempat tidak pernah mengadakan pelatihan.

“Kami merasa sangat dirugikan atas hal tersebut karena akibat tidak adanya pelatihan itu, maka masyarakat setempat terancam gagal panen dikarenakan ayam tersebut banyak yang sakit hingga mati. Olehnya itu, kami merasa bahwa pelatihan itu sangatlah penting bagi masyarakat, khususnya pada peternak ayam bantuan tersebut,” tuturnya. (*WS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.