Perjuangan Seorang Intel Polisi Membantu Perbaikan Rumah Perempuan Lansia di Konawe

WartaSultraID—Di Jalan Kuliasa, Kelurahan Puosu, Kecamatan Tongauna. Kabupaten Konawe, tinggal seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Mak Epong. Di usia 70 tahun, Mak Epong hidup sangat memprihatinkan, ia tak hidup sendiri, Mak Epong hidup ditemani anak lelakinya yang kini berusia 40 tahun. Anak lelaki Mak Epong tidak mampu berbuat apa-apa untuk ibunya karena si anak dalam keadaan sakit. Ia menderita sakit pada kemaluannya. Sehingga Mak Epong dan anaknya hanya mampu bertahan hidup dari uluran tangan orang lain.

Kondisi Mak Epong diketahui oleh Sardin Tulo, Ketua RT di tempat Mak Empongtinggal. Melihat kondisi tersebut, Sardin Tulo berinisiatif mengabarkan ke salah seorang anggota Polisi.

Usai mendapat laporan dari Sardin Tulo, keesokan harinya, anggota Polisi berpangkat Bripka yang enggan disebut namanya tersebut mengunjungi rumah Mak Epong. Anggota Polisi itu pun tidak kuasa menahan sedih melihat kondisi Mak Empong beserta anaknya yang didapati hanya makan sayur nangka muda direbus, dan disantap tanpa nasi. Rasa kemanusiaannya terusik, ia pun merasa sebagai sesama manusia memiliki kewajiban untuk membantu manusia lainnya yang membutuhkan uluran tangan.

Keesokan harinya, anggota Polisi tersebut kembali datang ke rumah Mak Epong, ia langsung menuju dapur dan melihat panci berisi sayur nangka rebus sisa kemarin. Ia bertanya kepada Mak Epong, sayur nangka dimakan dengan apa. Mak Epong menyampaikan dimakan dengan nasi. Bripka tidak mendapati nasi di dapur, alasan Mak Empong nasinya sudah habis. Polisi tersebut menduga Mak Epong sengaja menutupi.

Ia membayangkan jika apa yang dialami Mak Epong dialami kedua orang tuanya, alangkah sedihnya. Tanpa berfikir panjang, ia pergi ke pasar guna membeli sembako untuk Mak Epong. Sisa uang belanja ia berikan pada Mak Epong agar bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari termasuk biaya iuran listrik.

Tidak merasa cukup dengan membantu berupa sembako dan biaya kebutuhan sehari-hari Mak Epong, anggota Polisi yang bertugas sebagai intel di Polres Konawe ini pun terus berfikir bagaimana cara memperbaiki rumah Mak Epong yang sudah tidak layak huni. Atapnya bocor, tempat tidur yang tidak layak dan penuh kutu busuk bahkan ada bau yang menyengat, di saat hujan Mak Epong hanya menutupi lubang atap yang bocor dengan daun dan tetap bertahan meski harus berpindah mencari sisi rumah yang tidak bocor.

Akhirnya ia putuskan untuk mengumpulkan uang secara diam-diam, setelah terkumpul ia langsung pergi ke salah satu toko bangunan untuk DO (Bayar titip) seng. Tidak hanya itu, uang arisan istrinya pun diambil untuk tambahan DO seng. Meski suatu hari istrinya yang kesehariannya mengajar pernah bertanya dikemanakan uang arisan tersebut.

Masih belum cukup juga, akhirnya Polisi tersebut mengambil uang remunirasinya dengan alasan beli bensin dan lain-lain sehingga sang istri tidak pernah protes. Ia juga sering meminta uang di bendahara kantor dengan alasan keperluan mendadak.

Saat ia sedang berjuang keras membantu Mak Epong, kabar duka menghampirinya, ayah sang polisi berhati malaikat ini meninggal dunia. Dalam kondisi tersebut, ia mendapatkan sejumlah uang kedukaan, dan uang kedukaan tersebut ia manfaatkan untuk membeli bahan bangunan untuk rumah Mak Epong. Ternyata belum cukup juga, akhirnya ia harus mengambil tabungan pribadinya untuk tambahan pembelian triplek. Dan sebagian lagi untuk biaya tukang. Biaya tukang tidak terlalu mahal karena yang menjadi tukang adalah anak angkat Mak Epong.

Hingga kini, jika ia tidak sibuk, ia selalu menyempatkan melihat perkembangan perbaikan rumah Mak Epong dan tetap memberikan bantuan biaya hidup. Ia bersyukur karena ia terpanggil untuk melakukan semua ini.

Melalui pesan singkatnya, ia menyampaikan pesan untuk semua masyarakat yang merasa memiliki kemampuan ekonomi untuk tidak lupa bersedekah kepada orang-orang di sekitarnya. Selain itu, ia juga menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten Konawe untuk lebih proaktif memberikan bantuan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (*WS)