Pinjol Cahaya Kilat Diblokir, Lahir Kembali dengan Empat Nama Baru

Ribuan aplikasi pinjaman online (pinjol) yang belum terdaftar di OJK (Otorisasi Jasa Keuangan) atau ilegal telah diblokir tetapi pemblokiran ternyata belum benar-benar mampu membunuh pinjol ilegal. Mereka seperti induk ayam yang memiliki banyak telur siap tetas. Dibunuh satu, menetas seribu.

Salah satu pinjol ilegal yang berhasil diblokir dan hilang dari peredaran adalah cahaya kilat. Sebagaimana pinjol ilegal pada umumnya, cahaya kilat menawarkan pinjaman dengan proses pengajuan dan pencairan secepat kecepatan cahaya, potongan administrasi yang sangat besar, tenor (jangka waktu pinjaman) yang pendek, serta tim penagih atau debt collector yang ganas.

Pinjaman Tahap Pertama

Dalam menjalankan eksperimen dan analisa pinjol sejak Februari 2019, penulis berhasil mengajukan diri sebagai nasabah cahaya kilat pada 27 Juni 2019. Berbeda dengan pinjol ilegal lainnya yang menawarkan pinjaman awal pada nominal 800,000 – 1,000,000, cahaya kilat menawarkan 1,300,000, jika pengajuan pinjaman disetujui, setelah dipotong administrasi, nasabah menerima 819,500. Terkait tenor, nasabah hanya punya satu pilihan, yaitu 10 hari.

Dengan tenor 10 hari, maka pinjaman pertama penulis di cahaya kilat jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2019, total yang harus dikembalikan 1,391,000. Mari berhitung, sebelum penulis lanjutkan mengupas tuntas cahaya kilat. Pinjaman pertama yang disetujui 1,300,000, diterima 819,500, pengembalian 1,391,000. 

Virtual Account

Sebagaimana tertulis dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi Bab V tentang Mitigasi Risiko Pasal 24 Nomor 1-3 diatur terkait virtual account dan escrow account dimana penyelenggara wajib menggunakan dan menyediakan virtual account dan escrow account dalam rangka pelunasan pinjaman.

Ketika nasabah hendak melakukan pelunasan pinjaman, setiap nasabah mendapat virtual account yang terdiri dari 16 angka. Virtual account hanya tersedia di aplikasi nasabah dan sistem internal pinjol. Sebagian besar pinjol menggunakan virtual account yang dikeluarkan oleh BII Maybank. Perlu diketahui, nama penerima dari virtual account yang diberikan ke nasabah harus atas nama nasabah. 

Baca juga: Tentang Virtual Account Aplikasi Pinjaman Online dan Dampaknya Jika Terjadi Gangguan

Virtual account sering menjadi kendala bagi nasabah dalam melakukan pelunasan pinjaman karena aplikasi mendadak tidak bisa diakses atau ada kesalan virtual account itu sendiri, ketika kondisi ini terjadi, maka nasabah akan diberi virtual account oleh debt collector. Tapi pembayaran seperti ini memiliki resiko tinggi karena nasabah tidak bisa akses ke aplikasi sehingga tidak bisa memeriksa langsung apakah pembayarannya diterima oleh pihak aplikasi atau tidak. Demikian pula yang terjadi dengan cahaya kilat. Sejak tanggal 7 hingga 9 Juli 2019 tidak mampu melakukan transaksi. Virtual account yang dituju selalu dinyatakan nomor tujuan tidak terdaftar.

Sudah rahasia umum bahwa ketika nasabah terlambat membayar pinjaman di pinjol khususnya pinjol ilegal sama dengan menantang maut karena debt collector sangat kasar dan beringas baik dalam kata-kata maupun dalam hal teror telepon yang dilakukan dari pagi hingga malam. Setelah proses perdebatan panjang atau tepatnya perang pesan tertulis dan suara melalui whatsapp antara penulis dan debt colletor maka akhirnya tanggal 10 Juli 2019 transaksi baru berhasil dilakukan. Dengan keterlambatan 3 hari, nasabah yang seharusnya membayar 1,391,000 berbunga menjadi 1, 586,000.

Pinjaman Tahap Kedua

Rentenir tidak mau kehilangan nasabahnya, itu yang penulis simpulkan,  demikian juga yang terjadi dengan cahaya kilat. Meskipun telah perang makian dan kata-kata tidak manusiawi antara nasabah dan debt collector, ketika nasabah sudah melunasi pinjaman, rentenir tetaplah menawarkan pinjaman kepada nasabah, bahkan nominal pinjaman dinaikkan. Lebih tepatnya, seolah-olah dinaikkan.

Pinjaman tahap kedua yang ditawarkan adalah 1,400,000, setelah dipotong biaya administrasi, nasabah menerima 1,008,000 Penulis menerima tawaran pinjaman kedua karena penulis ingin mendapatkan data, apakah memang kerusakan virtual account sebuah kesengajaan untuk meraup bunga dari nasabah, ataukah memang benar ada kerusakan.

Pinjaman kedua jatuh tempo pada tanggal 20 Juli 2019. Nasabah kembali bertemu dengan penagih yang karakternya persis sama, kasar. Dari pagi sudah menelpon dan mengirimkan pesan melalui whatsapp dengan intimidasi yang sselalu sama, “jika tidak ada pembayaran hari ini maka data akan kami kirim ke semua kontak ada,”, padahal belum terlambat dari jatuh tempo.

Ternyata benar, permasalahan kegagalan transaksi seperti pelunasan pinjaman pertama kembali terjadi, maka pennulis simpulkan, ada dugaan kuat bahwa ada unsur kesengajaan. Ketika penulis memprotes hal tersebut, penagih menyatakan nasabah yang lain lancar-lancar saja. Mendapat jawaban demikian, penulis minta bukti pembayaran dari nasabah lain pada hari dan tanggal tersebut tetapi penagih tidak bisa memberikan. Ketika nasabah berbalik menekan penagih dengan cara memperlihatkan kartu pers milik nasabah, tidak lama kemudian transaksi berhasil dilakuan. Tanggal 20 Juli 2019 pukul 11.10 WIB, pelunasan pinjaman kedua sebesar 1,498,000 berhasil diselesaikan.

Usai penulis melakukan pelunasan transaksi kedua, penulis diblokir ketika hendak masuk ke aplikasi dan melihat pilihan nominal pinjaman ketiga. Selang beberapa hari, apliksi cahaya kilat pun hilang dari google play store dan link internal mereka tidak bisa diakses.

Cahaya Kilat Berubah Menjadi Pelangiku, Balok Susun, Gogo Kotak, dan Kotak Harapan

Nomor ponsel (telepon seluler) penulis tentu sudah ada dalam data base (pusat data) cahaya kilat, maka ketika aplikasi cahaya kilat diblokir dan mereka ganti nama, adalah wajar jika nomor penulis termasuk yang menerima promo melalui sms dimana dalam sms tersebut terdapat link. Link menghubungkan penulis pada aplikasi bernama balok susun.

Kecurigaan penulis bahwa aplikasi tersebut adalah nama baru dari aplikasi pinjol yang telah diblokir akhirnya terbukti. Setelah penulis melakukan registrasi nomor ponsel dan memeriksa kontak pinjol balok susun, penulis mendapati bahwa nomor telepon dan whatsapp persis sama dengan nomor cahaya kilat. Tidak hanya itu, pada aplikasi balok susun juga muncul keterangan “unable to resolve host “rest.cahayakilatweb.com”: no address associated with hostname” dan nasabah diberi pilihan menu mencoba kembali.

Untuk lebih memastikan bahwa benar aplikasi balok susun merupakan reinkarnsi dari aplikasi cahaya kilat, penulis menghubungi whatsapp yang tercantum. Ternyata customer service pinjol ilegal begitu lugu, cukup penulis sampaikan bahwa penulis bermaksud mengajukan kembali pinjaman ke aplikasi cahaya kilat tetapi tidak bisa menemukan cahaya kilat di google play store, customer service langsung memberikan informasi lengkap bahwa benar aplikasi cahaya kilat sudah tidak aktif dengan alasan sedang diperbahurui, lalu ia memberikan empat nama titisan cahaya kilat lengkap dengan link, yaitu, pelangi, balok susun, gogo kotak, dan kotak harapan. Saat penulis mencoba akses empat aplikasi baru tersebut, aplikasi kotak harapan tidak bisa diakses dengan baik. Aplikasi pelangi dan gogo kotak stabil, sedangkan aplikasi balok susun, sesekali stabil, sesekali error dengan keterangan sebagaimana tertulis di atas

Penulis sudah tidak tertarik melakukan eksperimen pada empat aplikasi titisan cahaya kilat, karena data yang disampaikan melalui tulisan ini sudah cukup menjadi bukti kuat bahwa empat aplikasi tersebut pantas diblokir sebelum memakan banyak korban. Meski, setelah pemblokiran yang kesekian kali, besar kemungkinan tetap akan ada titisan-titisan baru. (*WS)

Tulisan ini dilengkapi data terkait transaksi perbankan, percakpan whatsapp antara penulis dan customer service dan debt collector cahaya kilat, Apabila ada pihak-pihak yang membutuhkn data tersebut, hubungi penulis melalui whatsapp 081244188955/08124179202 atau email wartadigitalindonesia@gmail.com