Polda Sultra Musnahkan 940 Gram Sabu, Dua Orang Tersangka Diamankan

WartaSultraID—Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Direktorat Reserse Narkoba memusnahkan narkotika jenis sabu seberat 940 gram hasil tangkapan dari dua orang tersangka berinisial RSD dan BLG.

Kombes Pol Satria Adhy Permana, S,I,K., M.Hum selaku Dir Narkoba Polda Sultra menerangkan bahwa dari RSD modus operandinya yaitu tersangka mendapat tugas dari seorang bandar berinisial HM untuk menerima sabu dari supplier dengan sistem tempel dan menyimpan, merakit dan mengedarkan kepada sub bandar. Dalam pemasaran dikendalikan langsung oleh bandar HM dengan menggunakan alat komunikasi handphone.

“Dari tangan pelaku diamankan sabu 424 gram bruto, mobil satu unit, alat press satu unit, timbangan digital satu unit, plastik bening dua ball, dan dua unit handphone serta satu lembar ATM,” ungkap Kombes Pol Satria Adhy Permana kepada awak media saat menggelar konferensi pers di Polda Sultra, Selasa (2/7/2019).

Sementar itu, jelas Dir Narkoba Polda Sultra, untuk modus tersangka BLG, ia mendapatkan tugas dari bandar berinisial AC untuk menyimpan, merakit serta mengedarkan kepada sub bandar. Kemudian dalam pemasaran dikendalikan langsung oleh bandar AC dengan menggunakan alat komunikasi.

“Untuk BLG sendiri merupakan pemain lain dan saat berhasil diamankan kita temukan barang bukti sabu seberat 516 gram bruto, alat komunikasi dua unit handphone, satu buah kunci kontak, uang tunai 3,5 juta dan beberapa ATM,” terangnya.

Kombes Pol Satria Adhy Permana mengatakan bahwa keduanya melanggar Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana paling singkat enam tahun, pidana seumur hidup.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kejahatan narkotika adalah musuh bersama, bukan hanya musuh polisi. Untuk itu, pihaknya mengajak kepada semua masyarakat untuk mengambil peran dalam mencegah peredaraan dan penggunaan narkoba.

“Peran masyarakat dalam mencegah peredaraan dan penyalahgunaan narkoba sangat dibutuhkan dengan cara mau memberikan informasi kepada Dit Resnarkoba,” pungkasnya. (*WS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.