Program PDS Diharapkan Bisa Meningkatkan Kualitas Calon Guru yang Profesional

WartaSultraID—Program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) mengandung multifungsi dalam peningkatan kualitas penyiapan calon guru profesional, antara lain hilirisasi berbagai hal baru. Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) ke sekolah mitra terkait dengan pesatnya perkembangan ilmu pendidikan dan teori-teori belajar, memfasilitasi dosen untuk menghayati secara langsung menjadi guru di sekolah mitra.

Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari sebagai salah satu universitas yang menjalankan program PDS tersebut di tahun kedua ini dalam pelaksaan PDS UHO mengirim lima tenaga pengajar profesional ke beberapa sekolah yang berada di Kota Kendari.

Ketua PDS UHO, Dr. H. Mursidin, T., M.Pd, mengatakan bahwa pelaksanaan PDS akan berlangsung dari 14 Juli hingga Oktober 2019. PDS kali ini, dua dosen akan ditempatkan di sekolah dasar (SD), satu ditempatkan di sekolah menengah pertama (SMP) dan dua di sekolah menengah atas (SMA).

“Lima orang tenaga pengajar profesional (dosen, red) tersebut berasal dari Jurusan Pendidikan Kewarga Negaraan (PKN), Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, matematika dan sejarah,” ujar Ketua PDS UHO kepada Warta Sultra saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/6/2019).

Ia berharap, kegiatan PDS ini tidak berhenti sampai di sini saja dan menunggu anggaran dari pusat. Ke depannya, pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) terkait yakni dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi maupun kota.

“Untuk ke depannya, dari pihak dosen tidak hanya datang untuk mengajar di sekolah-sekolah tersebut namun juga bisa memberikan pengalaman bagi guru-guru sekolah,” jelas Mursidin.

Untuk sekolah tempat mengajar para dosen tersebut, Wakil Dekan I FKIP UHO ini menyebutkan bahwa sejumlah sekolah tersebut diantaranya SD yang terletak di Kelurahan Baruga, SD Anduonuhu, SMPN 9, SMAN 4 dan SMAN 1 Kendari. Kegiatan PDS ini merupakan program Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan (Kemenristekdikti).

“Kami mengharapkan, para dosen bisa mengambil pengalaman dari masing-masing sekolah tersebut. Dari hasil kegiatan lalu, guru bersama dosen ada yang ke Singapura dalam rangka seminar serta ada yang ke Padang dan juga membuat jurnal,” pungkasnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.