Rektor UHO: PDS Merupakan Kegiatan Transfer Pengetahuan

WartaSultraID—Menindak lanjuti surat Direktur Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tentang pengumuman pemenang hibah revitalisasi Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) melalui program bantuan Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) dan implementasi PDS di perguruan tinggi.

Baca juga: Program PDS Diharapkan Bisa Meningkatkan Kualitas Calon Guru yang Profesional

Sebagai langkah awal, Tim PDS Universitas Halu Oleo (UHO) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan orientasi awal program PDS dan implementasi PDS dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Sosialisasi dan orientasi program PDS ini diselenggarakan di Same Hotel Kendari.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UHO, Prof. Dr. Muh. Zamrun Firihu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud), Provinsi Sultra Asrun Lio, perwakilan Kadis Pendidikan Kota Kendari, serta para peserta PDS.

Ketua Tim PDS UHO, Dr. H. Mursidin, T., M.Pd, mengatakan bahwa program PDS ini pernah dilaksanakan pada tahun 2018. Namun, pada pelaksanaan program PDS tahun ini para dosen yang sudah mendapatkan ilmu di sekolah harus mampu mengimplementasikan kepada mahasiswa.

“Tahun 2019 ini, para dosen PDS tahun pertama tersebut bertugas sebagai dosen implementasi. Apa yang didapatkan sewaktu di sekolah, para dosen akan mengimplementasikan di kampus,” ujar Mursidin dalam sambutannya, Sabtu (29/6/2019).

Sementara itu, Rektor UHO menjelaskan bahwa kegiatan PDS merupakan kegiatan transfer pengetahuan. Dimana, dalam pelaksanaannya, guru di sekolah akan lebih dominan berdiskusi dengan dosen yang ditugaskan.

“Dengan kegiatan PDS ini, para dosen dan guru di sekolah dapat saling berinteraksi satu sama lain, sehingga tidak ada celah di antara kedua profesi tersebut. Sebab, komitmen kedua profesi tersebut adalah untuk memajukan pendidikan di Sultra,” tuturnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.