Revitalisasi Pasar Penanggo Telan Biaya 4 Miliar

WartaSultraID—Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mendapat dana hibah senilai 4 miliar dari pemerintah pusat untuk kegiatan revitalisasi dan pengembangan sarana pasar tradisional tahun 2019.

Salah satu pasar yang mendapat revitalisasi dan pengembangan pasar dari Kementrian Perindustrian dan Perdagangan yakni Pasar Tradisional Penanggo yang berada di Kecamatan Lambandia.

Butsyadin selaku Ketua PPK Revitalisasi dan Pengembangan Sarana Pasar Tradisional Penanggo Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kotim mengatakan bahwa Kabupaten Koltim mendapat bantuan dari Kementrian Perindustrian dan Perdagangan berdasarkan nomor 13 tahun 2019.

Koltim mendapat bantuan hibah ini bersama 113 kabupaten kota yang ikut mengusulkan bantuan revitalisasi dan pengembangan pasar tradisional ke kementrian. Kata Butsyadin, bantuan ini merupakan bantuan ketiga pemerintah pusat terkait revitalisasi pasar dan pengembangan sarana pasar sejak tahun 2016, 2017 dan 2019 di Koltim.

” Jadi, Kolaka Timur dapat pagu revitalisasi Pasar Tradisional Penanggo sebesar 4 miliar dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, red) dengan pekerjaan fisik 3,7 miliar dan sebagian diperuntukan untuk anggaran perencanaan dan pengawasan sehingga totalnya mencapai 4 miliar,” ujarnya kepada Warta Sultra saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/5/2019).

Lebi lanjut ia sampaikan bahwa alasan diusulkannya Pasar Penanggo untuk direvitalisasi ke kementrian dikarenakan potensi jangka panjang terhadap wilayah Lambandia yang berbatasan dengan kabupaten lain. Sehingga potensi transaksi di wilayah itu akan terus bertambah ke depan, apa lagi jika sarana dan prasarana pasar sudah cukup menunjang.

“Dilihat dari sarana sekarang, Pasar Pinanggo memang masuk kategori layak. Selain itu, jumlah transaksi di Pasar Penanggo juga paling berpotensi, termaksud usaha masyarakat yang berada di wilayah Pasar Penanggo ini. Apa lagi Kecamatan Lambandia salah satu kecamatan yang berbatasan dengan Konawe Selatan,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Butsyadin, berasarkan beberapa verifikasi dan pertimbangan yang dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Koltim, diputuskanlah Pasar Penanggo untuk diusulkan ke kementerian pusat.

“Setelah kita verifikasi dari sejumlah pasar, Pasar Penanggo ini salah satu pasar yang lebih ramai dengan jumlah transaksi cukup besar per pekannya,” tutupnya. (*WS)