Selama Januari 2019, Sultra Diguncang Gempa Sebanyak 59 Kali

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kendari mencatat sepanjang Januari 2019, Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah puluhan kali diguncang gempa. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rosa Amelia.

“Selama 2018 telah terjadi 59 gempa bumi tercatat di Sultra,” ujarnya melalui pers rilis yang diterima oleh Warta Sultra, (10/2/2019).

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan peta seismisitas terlihat, gempa bumi lokal terjadi akibat aktivitas tiga sesar, yaitu sesar Lawanopo di Barat Laut Lasusua, sesar Kendari, dan sesar lokal di Pulau Buton.

Rosa Amelia mengungkapkan, pada Januari 2019 terdapat enam kejadian gempa bumi dirasakan dan dilaporkan oleh masyarakat. Gempa bumi pertama terjadi pada 14 Januari 2019 pukul 18:21 WITA, berjarak 73 km Barat Laut Lasusua yang dirasakan pada skala II MMI di Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Selanjutnya, pada 16 Januari 2019 terjadi tiga kali gempa bumi dirasakan, yaitu pukul 06:30 WITA berjarak 63 km Barat Laut Lasusua yang dirasakan pada skala II MMI di Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolut. 

“Pada pukul 10:39 WITA, berjarak 50 km Barat Laut Lasusua yang dirasakan pada skala III MMI di Tolala Kolut dan pukul 16:24 WITA, berjarak 63 km Barat Laut Lasusua yang dirasakan pada skala III MMI di Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara,” sambungnya.

Lebih lanjut Rosa Amelia menambahkan, pada tanggal 21 Januari 2019, pukul 21.54 WITA berjarak 19 km Timur Laut Kendari yang dirasakan di Kendari, Kecamatan Sawa, Kabupatan Konawe Utara Konut), Kecamatan Ranomeeto, Kabupatan Konawe Selatan (Konsel), Batu Gong dan Toronipa dengan skala II-III MMI. 

“Terakhir, gempa bumi pada tanggal 28 Januari 2019, pukul 23.07 WITA berjarak 12 km Barat Laut Buranga yang dirasakan pada skala III MMI di Kulisusu Utara, Buton Utara (Butur),” pungkasnya.

Untuk diketahui, salah satu penyebab terjadinya gempa adalah pergerakan lempeng bumi. Pergerakan lempeng ini menghasilkan tekanan yang berujung pada terjadinya gempa. Besar kecilnya gempa tergantung pada besar tekanan yang terjadi karena pergerakan lempeng ini.

Sesuai dengan informasi yang dihimpun oleh Warta Sultra bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan. Sebagian besar area dari lapisan kerak ini akan hayut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan ini kemudian bergerak perlahan sehingga terpecah dan bertabrakan satu dengan yang lainnya.

Hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya gempa tektonik. Karena letak Indonesia berada dalam tiga lempeng bumi. Jika salah satu dari ketiga ini bergerak dan bergesekan dengan lempeng lain, maka kemungkinan terjadinya gempa sangatlah besar. (*WS)

WARTA SULTRA HARI INI

Satgas Yonif 725/Woroagi Bersama Masyarakat Memasang

WartaSultraID---Dalam rangka menyambut Hari Raya Paskah, Satuan Tugas (Satgas) Yonif

Satgas Yonif 725/Woroagi Selesaikan Masalah KDRT

WartaSultraID---Tidak hanya menjaga daerah perbatasan antara Indonesia dan Papua New

HUT Koltim Dimulai dengan Kegiatan Senam

WartaSultraID---Hari Ulang Tahun (HUT) Kolaka Timur (Koltim) ke-6 akan jatuh

TNI-Polri Melaksanakan Patroli Gabungan Cipta Kondisi

WartaSultraID---Dalam menyambut pesta demokrasi yakni pemilihan serentak tahun 2019, Tentara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.