Setelah Try Out, SMPN 15 Kendari Lakukan Pengayaan

Setelah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di tiap sekolah menengah pertama (SMP) dan memasuki bulan Februari 2019, masing-masing sekolah yang ada di Kota Kendari mengadakan try out. Seperti halnya dengan SMPN 15 Kendari.

Sekolah yang beralamat di Jalan Boulevard, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu ini peserta yang melaksanakan try out sebanyak 66 murid yang dibagi empat ruangan. Hal tersebut disampaikan oleh Dra. Murti Alwi selaku Panitia Try Out. Ia mengatakan bahwa pada pelaksanaan try out ini akan digelar selama dua hari.

“Try out dilaksanakan dua hari, dimulai sejak hari ini (Senin 11 Februari 2019, red) hingga dengan Selasa. Hari ini try out mata pelajaran Bahasa Indonesia dan matematika, di hari terakhir besok mata pelajaran Bahasa Inggris serta IPA,” ujarnya kepada Warta Sultra saat ditemui di pelataran SMPN 15 Kendari, Senin (11/2/2019).

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMPN 15 Kendari ini mengatakan, setelah dilaksanakannya try out, selanjutnya pihak sekolah akan melakukan pengayaan (memperbanyak ilmu pengetahuan).

Pengayaan dilakukan guna mengajarkan kembali terkait pembelajaran di kelas VII, VIII dan kelas IX untuk penguatan kepada murid dalam menghadapi ujian di bulan April mendatang.

“Soal-soal di ujian nasional berasal dari mata pelajaran di kelas XII,VIII dan IX. Pengayaan akan dimulai pada tanggal 18 Februari 2019, pelaksanaannya dilakukan setiap hari di waktu pagi,” jelasnya.

Jadi, sambung ia, jadwal belajar di kelas pada jam pertama akan diisi dengan pengayaan, setelah itu, dilanjutkan dengan belajar seperti biasa. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan lebih.

Lebih lanjut ia menyampaikan, setelah para siswa melakukan kegiatan simulasi UNBK kedua pada tanggal 4 Februari 2019, pada bulan Maret nanti, siswa akan mengikuti simulasi ketiga atau gladi bersih. Simulasi ketiga akan berjalan bersamaan dengan kegiatan pengayaan.

Untuk diketahui bahwa SMPN 15 Kendari pada tahun 2019 ini baru melaksanakan UNBK sendiri, karena pada tahun 2018 lalu, SMPN 15 Kendari ‘menumpang’ di sekolah lain untuk mengikuti UNBK.

Hal ini disebabkan bantuan komputer dan server dari pemerintah baru dimiliki tahun 2018. Itupun komputer tersebut hanya 20 buah dan pihak SMPN 15 Kendari masih mengaku kekurangan komputer.

“Dari jumlah komputer yang ada masih kurang untuk UNBK. Jadi untuk menambah, kami meminjam laptop milik siswa dan guru,” pungkasnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.