Subdit I Indagsi Polda Sultra Amankan Ratusan Kosmetik Ilegal

Ratusan produk kosmetik ilegal berbagai merek milik salah satu warga Jalan Budi Utomo, Kelurhana Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua diamankan oleh Tim Subdit I Indagsi (Industri perdagangan) Kepolisian Daerag (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).p

Hal tersebut sampaikan oleh Kasubdit I Indagsi Polda Sultra, Kompol Bungin Simaluyuk, S.I.K. Ia mengatakan bahwa pada hari Kamis tanggal 17 Januari 2019, tepatnya sekitar pukul 12.00 WITA, personel Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sultra mengamankan pelaku berinisial RY (32) yang diduga melanggar tindak pidana di bidang kesehatan. Tempat kejadian perkara yakni di Jalan Malaka Kelurahan Kambu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. 

“Kami melakukan penyitaan kosmetik karena tidak memiliki izin edar dan diduga mengandung zat berbahaya. Sehingga setelah kami berkoordinasi dengan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan, red) untuk selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku yang membawa kosmetik tersebut,” ujarnya kepada awak media saat melakukan konferensi pers di Polda Sultra, Senin (21/1/2019).

Ia menjelaskan bahwa modus pelaku menggunakan label daftar register palsu saat diedarkan. Hal itu dilakukan untuk meyakinkan konsumen. Berdasarkan pemeriksaan lapangan, pihaknya menduga bahwa kosmetik berasal dari Makassar dan telah diedarkan di sejumlah tempat di Kota Kendari. 

“Kosmetik ini kami dapatkan informasi berasal dari Kota Makassar. Sementara itu, untuk total nilai kosmetik yang dikumpulkan ini kisaran 40 hingga 50 juta rupiah, kalau untuk kerugian negara kami belum bisa simpulkan nanti kami dalami lagi,” ungkapnya.

Ia sebutkan kosmetik yang berhasil diamankan yakni 320 picis terdiri dari 22 jenis kosmetik berbagai merek antara lain yaitu lima puluh lima picis lulur racik rempah hiran, tiga puluh botol toner whitening, dua puluh sembilan paket whitening bluue merek ww. 

Dua puluh delapan, picis cream leher, dua puluh enam botol collagen, tujuh belas picis RD siang, enam belas wehebeauty eyeliner, lima belas botol sabun RD, emat belas buah goldzan ampoule, sepuluh picis cream siang tanpa merek. Sepuluh picis cream malam tanpa merek, sepuluh botol toner tanpa merek, sembilan buah peiyen aloevera powder, sembilan botol sabun tanpa merek. 

“Sembilan botol spray miss V, tujuh pack bulus putih, empat buah cream temulawak, empat picis RD malam, tiga dos toner temulawak, dua belas picis, tiga pack dermacol, dua dos BB whitening glow, dua belas picis asasta glow,” sambungnya.

Berdasarkan hal ini, pihaknya mengatakan bahwa tersangka RY yang diketahui sebagai pegawai negeri sipil beralamat di Jalan Budi Utomo ini melanggar tindak pidana yang tertuang dalam Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 197 Jo Pasal 106 Ayat 1. 

“Ancaman hukuman untuk RY ini yakni lima tahun. Kami masih melakukan pendalaman pada kasus ini,” tutupnya. 

Di tempat yang sama, Wahyudi Muis, S.Si., Apt, M.Sc, selaku Kepala Seksi Penindakan Balai POM Kendari menambahkan bahwa ada bebera jenis sampel yang dikirmkan oleh pihak kepolisian ke BPOM Kendari untuk dilakukan pemeriksaan terkait apakah produk tersebut terdaftar atau tidak di BPOM. 

“Setelah melakukan pemeriksaan dan pengecekkan terhadap registrasi kosmetik tersebut, kami simpulkan bahwa kosmetik yang kami periksa ini tidak ada izin edar atau ilegal,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.