Terkena Tusukan Paku, Seorang Warga Perbatasan Minta Bantuan Satgas Yonif 725/Woroagi

WartaSultra—Tidak hanya menjaga daerah perbatasan antara Indonesia dan Papua New Guinea, Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 725/Woroagi juga memberikan bantuan kepada masyarakat, salah satunya dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat secara door to door dari rumah ke rumah atau melayani langsung di pos.

Seperti halnya yang dilakukan oleh anggota Bintara Kesehatan (Bakes) Pos Oksibil Satgas Yonif 725/Woroagi, Sertu Atmi Didit yang memberikan pelayanan kesehatan kepada Lucas salah seorang warga yang terkena tusukan paku berkarat saat memperbaiki rumahnya di Kampung Akmakot, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang pada Rabu 9 April 2019.

Menurut pengakuan Lucas, ketika sedang bekerja memperbaiki rumahnya, secara tidak sengaja dirinya kemudian menginjak paku berkarat yang ada di bekas puing-puing bangunan ketika dirinya hendak turun dari tangga.

Lucas langsung turun dan loncat ke tanah karena ia berpikir jarak yang tidak terlalu tinggi Namun tidak sadar, di bawahnya ada papan yang masih tertancap paku yang sudah berkarat, akhirnya mengakibatkan telapak kaki bagian kiri tertusuk.

Setelah kejadian itu, ia kemudian meminta bantuan temannya untuk segera diantar ke Pos Tentara Nasional Indonesia (TNI) tepatnya Pos Oksibil, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Woroagi untuk mendapatkan perawatan.

Menerima kedatangan Lucas bersama dengan salah seorang temannya dan menyampaikan keluhannya, Sertu Atmi Didit yang juga sebagai tenaga kesehatan yang dimiliki oleh Pos Oksibil, dengan sigap memberikan pertolongan pertama pada luka tusukan paku berkarat yang dialami oleh pasien yang sedang tampak kesakitan.

Beruntung luka tusukan paku yang Lucas tidak menembus telapak kakinya, sehingga hanya dibersihkan dan diberikan perawatan guna mencegah terjadinya infeksi pada luka yang dialaminya.

Setelah diberikan pengobatan dan perawatan oleh Anggota Kesehatan Pos Oksibil Satgas Yonif 725/Woroagi, Lucas sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Anggota Satgas Yonif 725/Woroagi.

‚ÄúPuji Tuhan, terima kasih banyak bapak, berkat pertolongan bapak, kaki saya sekarang jadi agak baikan,” ujr Lucas melalui pers rilis Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Yonif 725/Woroagi, Letkol Inf Hendry Ginting S, S.I.P yang diterima Warta Sultra, Rabu (9/4/2019).

Sementara itu, Komandan Pos Oksibil Kapten Inf Imam Mutaqin, S.S.T.Han., S.I.P menambahkan bahwa tujuan dari anggota TNI khususnya Satgas Yonif 725/Woroagi, selain menjaga perbatasan RI-PNG juga harus dapat berguna bagi masyarakat, salah satunya terkait dengan kesehatan.

Satgas Yonif 725/Woroagi juga setiap saat melaksanakan patroli di sekitaran wilayah binaan dengan tujuan yang pertama adalah memastikan dan menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah tersebut.

“Apabila terdapat masyarakat yang sakit dan membutuhkan pertolongan, kami sebisa mungkin kami akan memberikan pelayanan langsung di tempat,” tuturnya. (*WS)