Tingkatkan Pengetahuan Anti Narkoba di Instansi Pemerintah, BNNP Sultra Gelar Rakor

Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap narkoba dilingkup OPD (organisasi perangkat daerah) dan Forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra mengadakan rapat koordinasi (Rakor) program pemberdayaan masyarakat anti narkoba yang dilaksanakan di Hotel Claro Kendari Pada Rabu 6 Februari 2019.

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol. Bambang Priambadha dalam sambutannya mengatakan, penyalahgunaan narkoba terbukti telah merusak masa depan bangsa di negara manapun. Daya rusaknya luar biasa, merusak karakter manusia, merusak fisik dan kesehatan masyarakat serta dalam jangka panjang berpotensi besar menggangu daya saing dan kemajuan bangsa.

“Kita laksanakan kegiatan ini juga berdasarkan atas terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN),” ujar Brigjen Pol. Bambang Priambadha dalam sambutannya, Rabu (6/2/2019).

Ia megatakan, mengantisipasi peredaran narkoba bukan hanya menjadi tugas aparat berwenang, melainkan tugas seluruh masyarakat, termasuk kementerian dan lembaga negara. Terbitnya Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang P4GN menjadi payung hukum bagi semua kementerian dan lembaga negara untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan tentang sosialisai bahaya narkoba.

Brigjen Pol. Bambang Priambadha juga menekankan kepada seluruh organisasi perangkat daerah dan Forkopimda Sultra agar selalu mengundang BNNP Sultra agar melakukan sosialisasi di bidang pencegahan.

“Karena terkendala anggaran di lingkup OPD dan Forkopimda, kami selalu membuka diri jika ada yang mau mengundang kami terkait dengan menjelaskan tentang bahaya narkoba kepada para pegawai-pegawainya,” jelasnya.

Kata Kepala BNNP Sultra, seluruh komponen di Sultra ini harus satu visi, satu kata, mencegah dan memberantas secara tuntas dan merehabilitasi secara total untuk bebas dari narkoba, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Komitmen tersebut dapat terlaksana apabila semua komponen, khususnya instansi pemerintah peduli terhadap pemberantasan narkoba dan mensinergikan program pemberdayaan masyarakat anti narkoba dalam program-program kegiatan di lingkungan kerja masing-masing.

Ia katakan bahwa pada awal tahun 2019 ini, BNNP Sultra sudah mengamankan lima kilogram narkoba, dan beberapa hari berikutnya Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Sultra juga mengamankan sekitar 500 gram lebih narkoba. Hal ini merupakan narkoba di Sultra ini sudah sangat perlu dijadikan perhatian serius.

“Kita terus melakukan pemantauan terhadap peredaran narkoba ini, karena jalur distribusi melalui pesawat sudah sering tercium sehingga jalurnya sudah berubah melalui laut. Lima kilogram yang kami tangkap awal tahun 2019 lalu didapat dari laut. Jalur laut terus kami awasi terutama dari Makassar ke Kolaka dan disebar ke daeah-daerah lain di Sultra,” pungasnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.