Tolak RUU KPK dan RKUHP, Ratusan Demonstran Duduki Kantor DPRD Konawe

WartaSultraID—Dalam rangka menolak RUU KPK dan RKUHP, ratusan demonstran yang berasal dari beberapa universitas yang berada di Kabupaten Konawe dan tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Konawe (GMK) menduduki Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Kamis (26/9/2019).

Saat menggelar aksi demonstrasi, ratusan mahasiswa memaksakan diri untuk masuk ke dalam ruangan sidang paripurna anggota DPRD Konawe. Sempat terhalau oleh pengamanan kepolisian, namun mereka diberi jalan untuk memasuki ruangan tersebut dan menyampaikan aspirasinya.

Massa aksi meminta agar DPR RI dan Presiden RI untuk mencabut keputusan atas disahkannya RUU KPK, RKUHP. Pasalnya, keputusan tersebut dianggap keliru dan tidak masuk akal.

“Meminta kepada anggota DPRD Kabupaten Konawe untuk menyampaikan tuntutan kami kepada DPR RI dan juga kepada Presiden RI karena Rancangan Undang-Undang yang disahkan dianggap tidak rasional dan akan merugikan rakyat,” ungkap Ketua Bem Universitas Lakidende, Heri Ramdan saat menyampaikan orasinya di ruangan sidang paripurna Kantor DPRD Konawe, Kamis (26/9/2019).

Salah seorang anggota DPRD, Kadek Rai Sudiani saat menyambut seruan aksi para demonstran mengatakan, Sabtu 28 September pihaknya bersama anggota DPRD lainnya akan berangkat ke Jakarta untuk bertemu dengan pihak DPR RI dalam rangka penolakan RUU KPK dan RKUHP.

“Kami selaku anggota DPRD Kabupaten Konawe demi kepetingan masyarakat mendukung atas penolakan RUU KPK dan RKUHP seperti yang disuarakan oleh teman-teman mahasiswa. Saya juga salut kepada semua teman-teman mahasiswa yang menggelar aksi dengan damai dan kondusif, sehingga tidak terjadi kekacauan,” ujarnya.

Untuk diketahui, beberapa elemen mahasiswa yang tergabung dalam GMK berasal dari beberapa universitas yang ada di Konawe, diantaranya Universitas Lakidende dan Akper Pemda Kabupaten Konawe. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.