Usai Revitalisasi, Pasar Cibinong Makin Bersih dan Rapi tapi Kurang Pembeli

Eksistensi pasar tradisional semakin terhimpit dengan maraknya pasar modern. Keterhimpitan tersebut tidak lantas membuat pasar tradisional hilang karena sebagian masyarakat, khususnya masyarakat Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), masih membutuhkan pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Pasar tradisional yang berada di Jalan Raya Mayor Oking 3 Cibinong ini terus berbenah diri agar tidak kalah dengan pasar modern. Revitalisasi pasar yang dilakukan pada tahun 2014 lalu semakin mempercantik Pasar Cibinong.

Pasar tradisional yang identik dengan kumuh, becek, bau, dan tidak teratur, kini tidak lagi ditemukan di Pasar Cibinong. Usai revitalisasi, Pasar Cibinong berubah menjadi pasar tradisional yang modern. Kios tertata rapi, bersih, dan jauh dari aroma busuk sampah. Sehingga pengunjung pun semakin nyaman berbelanja di pasar kebanggaan masyarakat Cibinong ini.

Baca juga: Pedagang dan Pengunjung Pasar Cibinong Keluhkan Rumitnya Akses Masuk dan Keluar

Semua itu bisa terwujud berkat kerjasama Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab Bogor) bersama PT Tohaga. Bangunan pasar lama yang sudah tak layak pakai telah diperbaiki dan disulap menjadi bangunan kokoh yang mendukung pedagang dan pembeli untuk melakukan transaksi dengan nyaman.

Sebagaimana informasi yang dihimpun Warta Sultra, pelaksana pembangunan Pasar Cibinong sendiri dilakukan oleh PD Pasar Tohaga bekerjasama dengan PT Rimba Artha Pratiwi selaku pengembang pasar.

Pasar yang sudah berdiri sejak tahun 1985 tersebut berada di atas lahan seluas 1,4 hektar. Dengan bangunan dua lantai, Pasar Cibinong terdiri dari 114 los, 664 kios, dan 200 tempat berdagang para pedagang kaki lima. Dengan kapasitas tersebut, tercatat sebanyak 1,806 pedagang yang mencari nafkah di Pasar Cibinong.

Perlu diketahui, pantauan Warta Sultra di lokasi pada Minggu (8/9/2019), lantai atas (lantai 2) diperuntukkan bagi para pedagang pakaian, tas, kosmetik, dan toko emas. Sedangkan lantai bawah (lantai 1) digunakan bagi pedagang basah, seperti daging, sayuran, ikan, sembako, dan juga kuliner.

Yang menarik, di lantai atas juga tersedia jasa jahit pakaian, selain jahir, juga disediakan jasa bordir. Selain menjual jasa, mereka juga menjual perlengkapan jahit menjahit.

Bagi pengunjung Pasar Cibinong yang ingin menikmati kuliner kaki lima usai lelah berbelanja, dengan mudah bisa menemukan lapak-lapak PKL di lantai bawah. Selain PKL yang menjajakan kuliner, banyak juga pedagang asesoris.

Pasar Cibinong yang berada di jantung ibukota Kabupaten Bogor ini tetap dipadati pengunjung karena tempatnya memang bersih dan rapi. Selain itu semua kebutuhan tersedia di sini. Jika pasar modern pada umumnya buka mulai pukul 09.00 hingga malam hari. Pasar Cibinong sudah siap melayani pembeli sejak pukul 02.00 dini hari.

Sungguh pun demikian, masih ada beberapa kekurangan Pasar Cibinong yang harus dibenahi, salah satunya terkait akses masuk dan keluar pasar. (*WS)