UT Kendari Sediakan Fasilitas Kuliah Tanpa Menyita Banyak Waktu

WartaSultraID—Universitas Terbuka (UT) merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang diresmikan pada tahun 1984. Universitas ini berpusat di Kota Tanggerang Selatan, Provinsi Banten. Di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), UT memiliki Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ).

UT yang terletak di Jalan A.H. Nasution, Kecamatan Kambu, Kota Kendari ini memiliki empat fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Fakultas Ekonomi (FEKON).

Dari ke empat fakultas tersebut sejak tahun 2018 lalu hingga 2019, UPBJJ-UT Kendari membuka jurusan baru. Jurusan tersebut diantaranya yakni Pariwisata, Sistem Informasi, dan Ekonomi Syariah. Hal tersebut diungkapkan oleh Arif Suhadi, S.Kom selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha UT Kendari.

“Mahasiswa lebih banyak ke FKIP, guru masih dominan di UT. Namun akhir-akhir ini ada pertambahan mahasiswa di beberapa fakultas lainnya,” ujar Arif Suhadi kepada Warta Sultra saat ditemui di ruang ujian online
UPBJJ-UT, Jumat (12/7/2019).

Ia mengungkapkan, UT menjadi pilihan sebagian masyarakat untuk mengenyam pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Bagi masyarakat yang sedang bekerja dan ingin sekolah, maka kuliah konvensional akan menyita banyak waktu karena mahasiswa harus datang tiap saat ke kampus untuk bertatap muka dengan dosen.

“Seperti saya yang kerja ini, jika saya harus kuliah konvensional, maka wajib bagi saya untuk datang ke kampus, dimana untuk satu mata kuliah terkadang sebanyak 16 kali pertemuan. Kadang juga dosennya tidak hadir, akhirnya waktu kita banyak tersita. Beda dengan UT, dimana ada delapan kali inisiasi selama dua bulan. Jadi setiap minggu satu inisiasi dan satu harinya satu kali 24 jam bisa dilakukan secara online,” jelasnya.

Selain pembelajaran dilakukan secara online, sambung Arif Suhadi, juga ada tatap muka, dimana tatap muka tersebut merupakan tambahan dan termasuk layanan bantuan belajar.

Untuk mahasiswa UT yang akan melakukan proses belajar secara langsung atau tatap muka dan berada jauh dari wilayah Kota Kendari, pihak kampus menyediakan tempat kuliah dengan bekerja sama pihak sekolah di wilayah-wilayah tersebut.

Untuk wilayah yang akses jaringan internetnya tidak ada dan proses belajar sepenuhnya secara online, maka mahasiswa harus mendatangi wilayah yang memiliki akses internet. Walaupun pihak UT telah menyediakan suatu modul untuk belajar tanpa online, namun hal tersebut memiliki keterbatasan dan kita tidak memiliki pengalaman lain.

“Saya teringat dengan alumni UT asal Binongko, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sultra, ketika akan melaksanakan proses belajar secara online, dirinya akan ke wilayah Wanci Kabupaten Wakatobi. Hal tersebut ia lakukan karena susahnya akses jaringan di wilayahny,” pungkasnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.