Wabup Konawe: Bangkitkan Ekonomi Kaum Perempuan, Salah Satu Cara Mengurangi KDRT

WartaSultraID—Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) marak terjadi dan banyak penyebabnya. Kadang salah satu timbulnya KDRT karena faktor ekonomi dan yang banyak menjadi korban dalam kasus tersebut adalah kaum perempuan.

Mengurangi angka kekerasan terhadap kaum perempuan, harus ada kebangkitan ekonomi untuk mengurangi terjadinya KDRT terhadapt kaum perempuan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Konawe, Gusli Topan Sabara.

Ia katakan bahwa cara yang dilakukan adalah melibatkan kaum perempuan dalam aktifitas kemandirian ekonomi. Cara untuk melibatkan kaum perempuan, Pemda Konawe sudah menyediakannya. Wabup Konawe memberi penjelasan terkait program tersebut yang melekat di bidang perikanan.

Ia jelaskan, berdasarkan data, ada sekitar 3.050 nelayan Konawe yang tercatat. Namun setelah datanya diverifikasi lagi, jumlah tersebut menurun menjadi 1.800 nelayan aktif. Rata-rata dari mereka merupakan kepala keluarga yang pekerjaannya menangkap ikan.

Dalam kondisi seperti ini, istri para nelayan tersebut masih bekerja pasif, sebagai ibu rumah tangga dan belum menghasilkan sesuatu yang dapat menunjang kebutuhan ekonomi keluarga dalam membantu sang suami. Di sinilah peran Pemda Konawe dalam memberi dana stimulan kepada para ibu-ibu nelayan. Dana stimulan tersebut diperuntukan untuk program budidaya ikan air laut di karamba.

“Jadi suaminya pergi menangkap ikan di laut. Istrinya mengelola karamba. Dua-duanya sama-sama menghasilkan. Maka saya yakin mereka nantinya bakal sejahtera,” ujarnya kepada Warta Sultra saat ditemui di lokasi pameran (8/3/2019).

Mantan Ketua DPRD ini mengatakan, di daerah pesisir juga akan ada program 100 hektar tambak. Jumlah tersebut akan melibatkan 400 kepala keluarga, termasuk melibatkan kaum perempuan dalam pengelolaannya. Ada juga program pengembangan air payau.

Luas yang terdata untuk air payau sendiri mencapai 1.800 hektar. Dari luas tersebut, yang dapat difungsikan hanya antara 600 hingga 800 hektar. Tahun 2019 Pemda Konawe akan mulai memberikan stimulan untuk 100 hektar tambak ikan air payau.

“Pengelolaan tambak ikan air payau pun akan kita fokuskan untuk kaum perempuan,” jelasnya.

Sedangkan untuk istri para petani, Gusli Topan Sabara mengungkapkan, ada program 1.000 hektar kolam untuk perikanan darat. Untuk tahun 2019 akan diimplementasikan sekira 100 hektar luasan kolam.

Menurutnya, kolam tersebut akan menjadi bagian yang terintegrasi dengan lahan-lahan pertanian, seperti area persawahan. Luasan kolam untuk satu kepala keluarga ditarget 5×8 meter persegi. Dengan luasan tersebut diharapkan mampu menampung dua ton ikan air tawar dengan rentan waktu empat bulan.

“Program ini juga untuk kaum perempuan. Saat suaminya bersawah, istrinya kelola tambak di persawahan itu juga. Bibitnya kita akan sediakan,” katanya.

Program pengembangan ekonomi terhadap kaum perempuan ini akan mulai dilakukan pada tahun 2019. Total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disediakan sekitar 40 persen.

Persentasi alokasi program penguatan ekonomi ini juga adalah yang terbesar sejak Kabupaten Konawe terbentuk. Demikian ia mengakhiri. (*WS)