Wabup Konawe Siap Copot Jabatan Jika Asrama Mahasiswa Konawe Tidak Terealisasi

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Konawe, (IPPMIK) Kendari menggelar aksi demonstrasi di depan halaman Kantor Bupati Konawe, Rabu 11 September 2019. 

Aksi demonstrasi ini membuat Gusli Topan Sabara menyatakan janji yang tidak main-main yaitu copot jabatannya sebagai Wakil Bupati (Wabup) Konawe. Pasalnya, puluhan demonstran tersebut menuntut janji pembangunan Asrama Mahasiswa Konawe di Kendari kepada Bupati Konawe, Kery Saipul Konggoasa.

Para mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi merupakan perwakilan dari tiap-tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Konawe yang sedang menuntut ilmu di beberapa perguruan tinggi yang ada di Kota Kendari.

“Kami meminta Bupati Konawe menepati janji untuk segera melakukan percepatan pembangunan asrama mahasiswa Konawe di Kota Kendari, yang mana janji tersebut sejak pada tanggal 8 September 2015. Seharusnya Pemda Konawe harus memenuhi tanggung jawabnya dalam memfasilitasi mahasiswa Konawe yang kuliah di Kota Kendari,” ungkap Arjuna, salah satu orator saat menyampaikan tuntutannya di depan pintu masuk ruangan Bupati Konawe, Rabu (11/9/2019).

Sementara itu, Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara yang mewakili Bupati Konawe langsung menemui para demonstran.

Di hadapan mahasiswa, Wakil Bupati Konawe berjanji, pada tahun 2020 Pemda Konawe akan membangun Asrama Mahasiswa Konawe di Kendari. Bahkan ia rela mundur dari jabatannya sebagai Wakil Bupati jika janji tersebut tidak terwujudkan.

“Jika 2020 ini tidak terealisasi, saya jaminkan jabatan saya. Saya akan mundur. Kita punya Anggara Pendapatan Belanja Daerah (APBD, red). Selain itu, kita juga memiliki 21 perusahaan tambang di Konawe ini. Mereka akan menanggung itu melalu CSR-nya,” tutur Gusli Topan Sabara. (*WS)