BNN Bau-Bau Berhasil Ciduk Pengedar Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bau-Bau kembali berhasil menciduk seorang warga yang berasal dari Jalan Erlangga, Kelurahan Bonebone, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) ketika membawa narkotika, pada Minggu 10 Februari 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Humas BNNP Sultra, Adisak Ray. Ia mengatakan bahwa penangkapan pelaku berawal dari informasi yang didapatkan dari masyarakat, kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan pengintaian atas hal tersebut.

“Petugas BNN Bau-Bau bersama petugas gabungan Satuan Resnarkoba Polres Bau-Bau segera merespon informasi ini dengan penelusuran,” ujarnya kepada Warta Sultra saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (12/2/2019).

Tersangka bernama Endri Manurung bin La Biru, pekerjaan wiraswasta. Adisak Ray menjelaskan, tersangka saat diciduk oleh petugas gabungan sementara menunggu kurirnya untuk menyerahkan satu saset plastik kecil berisi serbuk kristal bening, BNN Bau-Bau menduga bahwa barang tersbut merupakan narkotika golongan I jenis sabu yang didapatkan dari teras rumah salah satu warga.  

Setelah dilakukan pengembangan, petugas BNN Bau-Bau bersama tim menemukan kembali di rumah salah teman pelaku menyembunyikan narkotika golongan I jenis sabu sebanyak lima paket kecil.

Barang bukti, lanjutnya, sebanyak enam saset plastik bening berisi serbuk kristal dengan berat bruto 1.00 gram, uang sebesar 500 ribu rupiah dari hasil penjualan narkotika jenis sabu dengan pecahan 1000 ribu sebanyak lima lembar, satu buah handphone merek Samsung lipat warna putih.

“Total keseluruhan sebanyak enam paket atau enam saset plastik kecil berisi serbuk kristal diduga kuat narkotika  jenis sabu. Kemudian dibawa ke kantor BNN Bau-Bau guna diproses penyidikan lebih lanjut,” terangnya.

Adapun pasal yang disangkakan  yakni
pasal 114 ayat (1) Subsidair Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Adapun ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara,” pungkasnya. (*WS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.