Desa Talata Siap Menuju Desa Penghasil Kopi Toraja di Sultra

WartaSultraID—Sebanyak 164 kepala keluarga menerima bantuan bibit Kopi Toraja. Penyaluran bibit kopi ini langsung dilakukan oleh Kepala Desa Talata, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra), Budiman.

Penyerahan bibit kopi tersebut bertempat di balai desa setempat. Pembagian bibit kopi ini merupakan usulan warga sekitar yang menginginkan agar dana desa (DD) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 ini diprioritaskan untuk pengadaan bibit Kopi Toraja.

Menurut Kades Talata, Budiman mengatakan bahwa masyarakat senang minum kopi, apa lagi kopi jenis Toraja. Sehingga pada Musrembang tingkat desa tahun 2018 lalu mereka meminta agar DD tahun 2019 dilakukan pengadaan bibit kopi jenis Toraja. 

Selain gemar minum kopi, masyarakat Desa Talata meyakini akan benar-benar merawat kopi pembagian tersebut. Sehingga besar harapan tanaman bibit kopi ini akan tumbuh dan dirawat baik oleh penerimanya. 

“Sudah pasti masyarakat yang meminta pengadaan bibit kopi ini senang minum kopi juga. Untuk pembagian bibit kopi tahap pertama ini masing-masing kepala keluarga dapat 30 bibit Kopi Toraja dari yang seharusnya 60 bibit yang dianggarkan per KK,” ujar Budiman kepada Warta Sultra melalui sambungan telepon seluler, Jum’at (15/3/2019).

Budiman mengatakan, rencananya pengadaan bibit ini akan diprogramkan mencapai 15 ribu pohon kopi jenis Toraja. Namun karena anggarannya masih minim, sehingga pengadaannya dilakukan secara bertahap. 

Itupun, lanjut Budiman, jika pembagian bibit kopi ini mati karena faktor wilayah tidak sesuai dengan kontur wilayah penanaman Kopi Toraja ini, dimungkinkan akan dihentikan pengadaannya. 

“Inikan DD tahap pertama 20 persen, sebesar 164 juta, sebagian dari anggaran ini selain pengadaan kopi kita juga digunakan untuk kegiatan lain,” jelasnya.

Ia berharap, jika Kopi Toraja ini berhasil dikembangkan oleh masyarakat Talata, maka ke depannya, Desa Talata akan menjadi salah satu desa dengan penghasil komoditi Kopi Toraja pertama di Kolaka Timur. 

“Kita kan cuma berikhtiar, jika itu berhasil, maka Talata merupakan desa dengan penghasil kopi terbesar pertama di Koltim, bahkan di Sulawesi Tenggara,” harapnya.

Selain itu, ada sisi ekonomi, dimana daya jual kopi saat ini terus naik. Ditambah lagi saat ini cara pengolahan kopi di kedai-kedai kopi di kota sudah moderen sehingga cita rasa kopi terasa sekali. 

“Masyarakat saya ini melihat peluang besarnya ke depan, apa lagi sekarang sudah banyak di kota-kota besar yang menjadikan kopi jenis Toraja ini salah satu kopi terbaik untuk dihidangkan,” pungkasnya. (*WS)