Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Sultra Sebut Indeks Minat Baca di Indonesia 0.01 Persen

Kepala Dinas Perpustaakan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir.Wagola, M.Si mengatakan bahwa berdasarkan penelitian dari universitas luar negeri, indeks minat baca yang ada di Indonesia yakni 0.01 persen.

“Penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016, mengenai negara-negara melek huruf di dunia, masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01 persen. Jadi kalau mau dibahasakan itu hanya satu berbanding sepuluh ribu yang membaca di negara kita ini,” ujarnya kepada Warta Sultra ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/2/2019).

Ia menjelaskan bahwa dalam penelitian tersebut, disebutkan Indonesia menempati urutan ke 60 dari total 61 negara. Dalam penilaian indeks membaca ini, yang dinilai bukan hanya sekedar aktivitas membaca satu atau tiga lembar buku saja.

“Jadi dalam penilaian indeks membaca itu tidak dinilai kalau hanya membaca beberapa paragraf atau hanya beberapa lembar misalnya, tapi secara keseluruhan buku dan yang terpenting juga adalah ada pesan yang didapatkan dari aktivitas tersebut,” jelasnya.

Ir.Wagola mengatakan, dalam mengatasi permasalah malas baca ini, perlu pendekatan khusus karena zaman, menurutnya, sudah canggih dan maju, semua sudah berbasis digital. Karena gempuran inovasi di bidang teknologi membuat masyarakat terutama generasi milenial lebih senang menatap layar handphone mereka dibandingkan membaca buku.

“Anak-anak sekarang sudah hampir jarang suka aktivitas baca di perpustakaan, mereka lebih memilih membaca di smartphone mereka masing-masing. Padahal dari alat itukan tidak mempunyai informasi mengenai pengarang dan keaslian tulisan,” sambungnya.

Ia menerangkan, dengan masuknya Indonesia ke ranah revolusi industri 4.0, maka perlu gebrakan baru, maka perlu pengenalan lebih lanjut. Dinas Perpustaakan dan Arsip Daerah Provinsi Sultra selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanan sumber daya manusia di bidang pelayanan.

“Buku yang kami punya adalah sebanyak 78.148 judul dan 206.302 eksemplar. Hal ini dimaksudkan demi ketersediaan bacaan yang bisa dijangkau oleh semua elemen masyarakat. Sekarangkan membaca itu harus sesuai kompetensi, kalau petani saya kasikan buku fisika mana ia mau baca. Tapi kalau saya kasikan buku mengenai cara menanam sayurankan pasti ia mau baca,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa kebiasaan membaca buku sendiri dipercaya mendatangkan berbagai manfaat. Selain dapat menambah wawasan, membaca buku juga dapat meningkatkan kemampuan kinerja otak.

“Menambah ilmu, mendapatkan informasi-informasi terbaru, jadi aktivitas membaca ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Kalau mau diukur indek minat bacanya, perempuan yang paling tinggi minat bacanya,” terangnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan riset terkait minat baca ini di berbagai tempat seperti di Kabupaten Wakatobi, Kota Bau-Bau dan beberapa daerah lain dan minat baca yang paling tinggi itu perempuan. Demikian ia mengakhiri. (*WS)

WARTA SULTRA HARI INI

Polda Sultra Membenarkan Seorang Warga Kaledupa

Masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini dibuat geger oleh video

TK Angkasa Lanud Haluoleo Sosialisasikan Gemar

Budaya menabung merupakan kegiatan positif yang perlu diajarkan ke seluruh

Bimbingan Penulisan Cerita Anak bagi Guru

Untuk meningkatkan kompetensi guru dan penggiat komunitas dalam membuat cerita

Pelopori HPSN 2019, Korem 143/HO Garap

WartaSultraID---Kepala Staf Korem (Kasrem) 143/HO, Letkol Inf Arif Susanto memimpin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.