Satgas TMMD 104 Kebut Perbaikan Gereja di Desa Wawoporesa

WartaSultraID—Pengerjaan Gereja Pancaran Kasih Karandu di Desa Wawoporesa sebagai sasaran fisik Tentara Manunggan Membangun Desa (TMMD) 104 sudah memasuk tahap 80 persen.

Komadan Satuan Setingkat Peleton (Dan SST) 3, Letda Inf Andi Ismar mengatakan bahwa hari ini, Sabtu 16 Maret 2019 fokus pada pemasangan tegel dalam maupun di teras gereja.

Ia katakan bahwa terkait dengan penambahan sesuai arahan Danrem 143/HO dan Dandim 1417/Kendari seperti pemasangan plafon samping gereja, pemasangan pondasi samping gereja, serta penambahan teras belakang sudah diselesaikan.

“Kalau tambahan Danrem 143/HO dan Danrem 1417/Kendari kami sudah selesaikan dari kemarin. Hari ini kami fokus pada pemasangan tegal luar dalam gereja,” ujarnya kepada Warta Sultra saat ditemui di lokasi sasaran TMMD 104, Sabtu (16/3/2019).

Letda Inf Andi Ismar menyampaikan, empat hari sebelum penutupan TMMD 104, pengerjaan Gereja Pancaran Kasih Karandu sudah bisa dipastikan rampung. Dalam proses pengerjaan gereja ini, pihaknya melibatkan lima orang mahasiswa dari Universitas Lakidende (UNILAKI), masyarakat Desa Wawoporesa lima orang, pihak kepolisian lima orang, serta anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) duapuluh orang.

Keterlibatan mahasiswa, masyarakat dan kepolisian ini guna membantu pengerjaan gereja agar selesai dengan cepat. Sehingga Gereja Pancaran Kasih Karandu ini bisa digunakan untuk beribadah.

Sementara itu, Yulius Barih selaku Pendeata Gereja Pancaran Kasih Karandu menyampaikan rasa terimakasihnya atas kinerja Satgas TMMD 104 yang bekerja keras dalam memperbaiki tempat ibadah mereka.

“Di sini kami melihat bahwa ada kerja sama yang dibangun oleh TNI, dimana masyarakat itu bisa bekerjasama antara satu dengan yang lain, baik itu dari muslim maupun kristen demikian juga mahasiswa yang terlibat dalam pengerjaan gereja,” ungkapnya saat ditemui di Gereja Pancaran Kasih Karandu.

Yulius Barih sangat memuji kerja keras Satgas TMMD 104, tanpa mengenal waktu TNI tetap bekerja demi membangun deaa yang lebih baik. Walaupun kata ia, dalam proses pengerjaan gereja tersebut ada salah satu anggota yang mengalami cederah, tapi ia melihat dengan kondisi tersebut tidak menyurutkan semnagat mereka dalam menyelesaikan perbaikan gereja.

“Saya secara pribadi melihat bahwa ini adalah milik mereka. Bagaimana mereka itu bekerja dari panggi hingga sore, ada ada yang mengalami cedera jatuh saat memperbaiki plafon. Itu luar biasa menurut saya, artinya perjuangan mereka dalam membangun tempat ibadah kami butuh perjuangan yang sangat luar biasa,” tuturnya. (*WS)