Satgas Yonif 725/Woroagi Bangun Gereja di Perbatasan

WartaSultraID—Saling bertoleransi dalam kehidupan umat beragama, Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan(Pamtas) RI-PNG Yonif 725/Woroagi membangun Gereja Bethel Indonesia (GBI) bersama Jemaat Yaka Pemulihan SP 2 Kampung Woslay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, pada Sabtu 11 Mei 2019.

Dalam kegiatan kerja bakti pembangunan GBI yang dilakukan oleh Satgas Yonif 725/Woroagi tersebut khususnya yang berada di Pos Kotis dipimpin langsung oleh Dankima Satgas, Kapten Inf Darul Ulum.

Kapten Inf Darul Ulum mengatakan bahwa di dalam bulan ramadhan ini, Anggota TNI dan jemaat tersebut menunjukkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara yang Pancasilais harus saling bertoleransi tanpa membedakan suku, ras apa lagi antar umat beragama.

“Kita ini adalah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke kita satu tujuan, kita mempunyai banyak berbagai macam bahasa, kita mempunyai banyak macam suku dan kita juga mempunyai enam keyakinan yang berbeda. Contohnya seperti saat ini, namun kita semua dipersatukan oleh yang namanya Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu,” ujar Dankima melalui pers rilis Dansatgas Yonif 725/Woroagi, Letkol Inf Hendry Ginting yang diterima Warta Sultra, Minggu (12/5/2019).

Jadi, lanjut Kapten Inf Darul Ulum, meskipun berbeda tetapi tetap Indonesia, warga Indonesia harus saling bahu-membahu, tanpa melihat perbedaan. Dengan adanya kegiatan kerja bakti ini, para Jemaat Yaka Pemulihan SP 2 sangat bersyukur, seperti yang yang diungkapkan oleh Klemen salah satu Jemaat Yaka Pemulihan SP 2

Ia katakan bahwa dirinya berterimakasih kepada anggota TNI khususnya Satgas Yonif 725/Woroagi yang telah membantu dalam pembangungan GBI bersama para Jemaat Yaka Pemulihan SP 2.

“Kami sangat bersyukur dan sangat berterimakasih kepada abang-abang dari pos, yang telah membantu kami dalam membangun gereja, puji Tuhan semoga bermanfaat dan berguna bagi para jemaat,” kata Klemen.

Dalam kesempatan tersebut Dansatgas Yonif 725/Woroagi, Letnan Kolonel Inf Hendry Ginting mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut di samping mengajarkan untuk saling bertoleransi dalam umat beragama, juga untuk mempererat tali silaturahim dengan masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan seperti ini harus terus kita laksanakan, di samping kita saling bertoleransi, kita juga diajarkan untuk saling bahu-membahu dan saling bergotong royong dalam pengerjaan apapun itu. Sehingga dengan sendirinya akan timbul rasa persaudaraan dan tali silaturahim dalam bermasyarakat, khususnya antara TNI dengan rakyat,” tuturnya. (*WS)