Wabup Konawe Terima Dana Pengembalian Lima Kasus Korupsi dari Kejari Unaaha

WartaSultraID—Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, terima dana pengembalian kasus korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Unaaha, Kabupaten Konawe. Dana tersebut langsung diserahkan oleh Kejari Konawe Jaja Raharja di ruang pertemuan Wabup Konawe. Rabu (06/03/2019).

Kajari Konawe, Jaja Raharja, menjelaskan secara tuntas selaku jaksa eksekutif pihaknya melakukan tugas terakhir dalam perkara kasus tindak pidana korupsi dengan menyerahkan uang pengembalian kerugian negara atau daerah ke kas daerah Kabupaten Konawe. Hal ini juga berdasarkan amar putusan hakim yang memerintahkan uang tunai sebesar Rp.737.300.000 yang dititipkan ke rekening penanggungan penitipan Kejari Konawe agar segera disetorkan ke kas Negara atau daerah.

“Perlu saya sampaikan, setelah saya melakukan koordinasi terbatas dengan para jaksa eksekutor akhirnya kami berkesimpulan uang pengganti tersebut akan kita serahkan kerekening kas daerah kabupaten konawe, sebelumnya uang pengembalian dari para terdakwa ini di simpan ke rekening penampungan Kajari Konawe di BRI Unit Unaaha selama proses hukum para terdakwa berlangsung,” jelasnya.

Dana tersebut berasal dari pengembalian lima kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) yang ditangani oleh Kajari Konawe, lima kasus diantaranya, penyalagunaan dana rutin kegiatan perjalanan dinas, uang makan petugas jaga dan pengamanan demo Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Linmas tahun anggaran 2014-2015 oleh Irwansyah selaku Kepala Bidang (Kabid) Peraturan perundang-undangan serta Perda Satpol PP Kab.Konawe dengan pengembalian sebanyak Rp.34.800.000.

Penyalahgunaan anggaran kegiatan pengkayaan sumber daya ikan tahun anggaran 2015 oleh Kusdiana selaku penanggungjawab pengkayaan stok sumber daya ikan Dinas Perikanan dan Kelautan Kab.Konawe dengan pengembalian sebesar Rp 639 juta.

Selanjutnya, Mukmin selaku bendahara pengeluaran dalam kasus penyalahgunaan anggaran kegiatan pengkayaan sumber daya ikan dan perairan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Konawe tahun anggaran 2015 dengan jumlah pengembalian sebesar Rp 5 juta. Kemudian perkara atas nama Joko Rusiyanto dalam kasus yang sama tahun anggaran 2015 dengan pengembalian kerugian negara sebesar Rp.50 juta.

Lebih lanjut, perkara tipidkor atas nama Suhada bin Salim selaku pengelola PNM Kecamatan Latoma dalam kasus penyalahgunaan dana simpan pinjam kelompok perempuan program nasional masyarakat pada unit pengolah kegiatan Kecamatan Latoma tahun anggaran 2011, 2012, dan 2013 dengan pengembalian kerugian negara atau daerah sebesar Rp 8.500.000.

Jadi jumlah total pengembalian kerugian keuangan Negara atau daerah sebesar Rp 737.300.000,” ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kajari Konawe, Bustanil N. Arifin, SH. Saat ditemui di ruangan rapat Wabup Konawe. Rabu (06/03/2019).

Untuk diketahui Kajari Unaaha saat ini telah menangani beberapa kasus yang telah masuk di pengadilan, menunggu putusan ingkra, selanjutnya bakal dieksekusi. (*WS)